Pengelolaan keuangan tak hanya dilakukan pada organisasi resmi pemerintah seperti di kalangan RT.docx

Publish in

Documents

28 views

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Sepengggal Cerita Pengelolaan Keuangan Dalam Masyarakat Sistem pemerintahan di Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu sistem pemerintahan pusat dan sistem pemerintahan daerah. Pada masing-masing sistem pemerintahan, terdapat lembaga atau organisasi yang membantu jalannya pemerintahan. Lembaga atau organisasi tersebut pasti melakukan pengelolaan keuangan di dalamnya. Pengelolaan keuangan tersebut diatur sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, baik oleh undang-undang maupun
Transcript
  Sepengggal Cerita Pengelolaan Keuangan Dalam Masyarakat Sistem pemerintahan di Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu sistem pemerintahan pusat dan sistem pemerintahan daerah. Pada masing-masing sistem pemerintahan, terdapat lembaga atau organisasi yang membantu jalannya pemerintahan. Lembaga atau organisasi tersebut pasti melakukan pengelolaan keuangan di dalamnya. Pengelolaan keuangan tersebut diatur sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, baik oleh undang-undang maupun ketentuan dari lembaga pemerintahan itu sendiri. Pengelolaan keuangan tak hanya dilakukan pada lembaga atau organisasi resmi  pemerintah seperti di kalangan RT, RW, Lurah dan lain-lain, namun juga ada pada organisasi non-pemerintah di kalangan warga yang juga melakukan pengelolaan keuangan. Organisasi tersebut dibentuk untuk menaungi kegiatan di bidang-bidang tertentu. Untuk bidang keagamaan,  pengajian merupakan salah satu contohnya. Pengajian dalam bahasa Arab disebut At- ta’llimu asal kata ta’allama yata’allamu ta’liiman  yang artinya belajar. P engertian dari makna pengajian atau ta’liim mempunyai nilai ibadah tersendiri, hadir dalam belajar ilmu agama bersama seorang Aalim atau orang yang  berilmu merupakan bentuk ibadah yang wajib setiap muslim. Di dalam pengajian terdapat manfaat yang begitu besar positifnya, didalam pengajian-pengajian manfaat yang dapat diambinya menambah dari salah satu orang yang biasa berbuat negatif dengan memanfaatkannya menjadi positif. Seperti yang telah dijelaskan di atas, pengajian tak hanya dikhususkan pada kegiatan di  bidang keagamaan saja, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan dunia yaitu dalam  pengelolaan keuangan. Seperti yang dilakukan oleh Ibu Siti Aisyah, salah satu anggota Pengajian Ar-Rauyan, beliau menjadi salah satu pengurus keuangan dalam organisasi tersebut. Pengajian yang beliau ikuti dilaksanakan setiap malam minggu. “Disini  pengajiannya, kan , tiap malam minggu sekali, itu diadakan seperti uang kas,  gitu . Itu setiap malam minggu ibu-ibu cuma  disarankan membayar seribu. Itupun untuk keperluan rukun kifayah untuk membeli alat-alat kayak   piring, sendok, kain kafan, namanya pengajian ya untuk keperluan itulah,” Ujar Ibu Siti Aisyah.   Beliau juga menuturkan bahwa selain ada iuran tiap minggu, ada juga iuran khusus yang digunakan untuk keperluan mendadak seperti menjenguk orang sakit atau mengunjungi tetangga yang baru tiba selepas melaksanakan ibadah haji. Iuran khusus ini tidak dibayarkan per minggu, tetapi hanya pada saat terjadinya keperluan mendadak tersebut. Alokasi dana yang terkumpul dan terpakai akan diberitahukan kepada ibu-ibu pengajian setiap satu bulan sekali sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi apabila ada dana yang dianggap terlalu berlebihan. Selain itu, pelaporan dana juga bertujuan untuk menghindari adanya kesalahpahaman akibat tidak transparannya pengelolaan keuangan. Dengan data-data yang ada  juga dapat dibuat rencana pengolahan dana satu atau beberapa bulan ke depan Dalam pengelolaan dana di Pengajian Ar-Rauyan sejauh ini belum ada masalah serius. Hanya saja, ada beberapa orang yang masih keberatan apabila ada iuran mendadak untuk keperluan menjenguk orang sakit atau mengunjungi orang yang baru tiba dari tanah suci. “ Ya   cuma  itu,  pas kayak   sekarang kan  musim haji itu biasanya ziarah,  ya  ada yang mengeluh mungkin ya maaf ya, bukan saya nganu  orang, mungkin yang kebutuhannya banyak kalo  ada iuran bilangnya  ga  ikut aja  saya ”  Keluhan ini tidak lantas dijadikan suatu permasalahan yang besar oleh warga. Hal ini dikarenakan nominal uang untuk iuran tersebut tidak terlalu besar dan frekuensi penagihan iuran khusus ini tidak terlalu sering. Berdasarkan kisah yang Ibu Siti Aisyah bagi di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa berorganisasi dengan baik terlebih lagi dalam mengelola uang. Adanya pengurus yang bertanggungjawab juga sangat menentukan keberhasilan pengelolaan keuangan dalam sebuah berorganisasi. Masyarakat juga harus mendukung misalnya dengan membayar iuran tepat waktu. Pengelolaan keuangan di kalangan masyarakat ini juga dimaksudkan agar masyarakat juga bisa ikut melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan seperti yang dilakukan oleh pemerintah sehingga ada rasa ikut memiliki dan menghargai para  petugas keuangan baik di daerah maupun pusat.  Ditulis berdasarkan wawancara bersama Ibu Siti Aisyah, warga lingkungan Tumpangsari,  Jember   
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks