Permainan Kreatif Untuk Kegiatan Pelatihan

Publish in

Documents

7 views

Please download to get full document.

View again

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
PERMPERMAINANAINAN KREATIF UNTUK KEGIATAN/ PELATIHAN Ppppp PERMAINAN KREATIF UNTUK KEGIATAN PELATIHAN Oleh : Hasnerita,S.Si.T,M.Kes Hasnertia, S.si.T Bagian : I A A. PENDAHULUAN Pada suatu kegiatan program atau pelatihan yang dikembangkan dengan pendekatan partisipatif, pengendalian kondisi dan suasana merupakan hal yang tidak dapat dianggap ringan perannya. Karena setiap aktifitas partisipasi orangorang dewasa (warga) juga menekankan pada proses, maka kondisi yang terbangun selama pelaksan
Transcript
  PERMPERMAINANAINAN KREATIF UNTUK KEGIATAN/ PELATIHAN Ppppp Hasnertia, S.si.T Oleh : Hasnerita,S.Si.T,M.KesBagian : I A A. PENDAHULUAN Pada suatu kegiatan program atau pelatihan yang dikembangkan denganpendekatan partisipatif, pengendalian kondisi dan suasana merupakan hal yangtidak dapat dianggap ringan perannya. Karena setiap aktifitas partisipasi orang-orang dewasa (warga) juga menekankan pada proses, maka kondisi yangterbangun selama pelaksanaan kegiatan / pelatihan akan mempengaruhipencapaian output darinya.Dengan kata lain menjaga dinamika kelas ataupeserta adalah penting.Dinamika kelas harus sejak dini ‘direkayasa’ sedemikianrupa agar keterlibatan seluruh warga tetap tinggi. Salah satu masalah yangsering timbul dalam kegiatan/pelatihan partisipatif adalah tidak terciptanyasuasana dan iklim yang baik, karena belum menyatunya peserta denganpendekatan yang ada. Misalnya, pemahaman akan norma pendekatanpartisipatif atau perasaan satu tim seluruh warga belajar. Sebagai contoh,fasilitator di dalam ruangan diharapkan untuk mengajar dan peserta diharapkanuntuk belajar. Suatu ide bahwa peserta dapat mengajar, guru dapat diajaradalah tidak biasa. Perubahan semacam itu akan menimbulkanketidaknyamanan, kekaburan dan konflik dan hal itu mengurangi kemampuankelompok untuk memecahkan masalah secara efektif.Berdasarkan pengalaman, kegiatan bersama (satu tim) akan timbul apabilasemua menyadari bahwa mereka melakukan secara spontan, terbuka danpenuh kehangatan serta tidak dibuat-buat. Untuk itulah bentuk ‘kepemimpinan’dalam aktifitas harus didistribusikan secara merata kepada seluruh wargabelajar, agar dinamika terjaga. Pada kegiatan yang berdurasi relatif panjang,atau dengan pendekatan yang monoton dan kurang melibatkan peserta,kegairahan peserta dalam mengikuti setiap materi menjadi menurun. Inimerupakan bagian yang berat bagi fasilitator. Untuk itu rangkaian materi harusdiselingi dengan kegiatan pemecah kebekuan atau Icebreakers danpembangkit daya dan dinamika atau energiser  . Secara umum pembentukansuasana ditujukan antara lain untuk : ã memecahkan kebekuan suasana, ã merangsang minat dan perhatian peserta, ã menghantarkan suatu pokok bahasan tertentu yang menjadi materi utamakegiatanyang bersangkutan, ã menciptakan kondisi yang berimbang antara fasilitator dan peserta, sertaantarpeserta yang ‘berbeda’ level, Tidak ada teori khusus yang dikembangkan mengenai pemecah kebekuan ini.Pada dasarnya ketrampilan ini dikembangkan lewat pengembangan kepekaanyang tinggi seorang fasilitator dalam memproses kegiatan/pelatihan. Orangawam sering bilang,  jam terbanglah yang menentukannya , sebagaimanafilosofi suatu kegiatan atau pelatihan yang engembangkannya, yakni   PERMAINAN KREATIF UNTUK KEGIATANPELATIHAN  pembelajaran berdasar pengalaman (pembelajaran orang dewasa). Kuncinyaadalah keberanian bereksperimen.Namun demikian, dengan merujuk tujuan diatas, setidaknya ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalampenyajiannya. Kalau tidak, salah-salah kegembiraan yang ingin ditampilkandalam Icebreakers menjadi tidak tercipta sama sekali. Catatan-catatan tersebutadalah :a. Isi Ada beragam bahan untuk memecah es ini. Tidak selalu dengan permainan.Cerita pendek dan fiktif bisa disajikan sebagai bahan lain, atau kegiatan lain. Yangpenting dia sama sekali berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya.Permainan, kurang sesuai diberikan sebagai pemecah kebekuan bila dalam proseskegiatan telah banyak menggunakan metodologi games (permainan). Ingat,permainan sebagai Icebreakers dan permainan sebagai metode pelatihan adalahsama dan tidak AA b. sebangun, alias bisa berbeda. Isi Icebreakers yang sama bisa digunakan untukmateri yang berbeda, kemampuan fasilitator meramu yang menentukankeberhasilannya. c. Waktu Penyajian Icebreakers  juga mesti mengingat waktu. Artinya tidak bisa terlalusering, karena bahkan akan membosankan. Demikian halnya, harus diingat waktuyang dibutuhkan dalam memproses bahan Icebreakers . Icebreakers dengan modelpermainan, biasanya memakan waktu relatif lama. Untuk itu harusdipertimbangkan dengan waktu untuk materi utama, kecuali bila dimaksudkanuntuk menghantar. Cara dengan permainan panjang ini akan cukup manjurdilakukan bila es sangat beku seperti kondisi mengantuk atau proses perdebatanyang terjadi susah disimpulkan . Misalnya diskusi yang seru tentang“ stakeholders ”. Kepekaan Anda sebagai fasilitator yang menentukannya. d. Peserta Mengingat waktu dan isi, ditambah lagi dengan kondisi lokasi/tempat, boleh jadi Icebreakers tidak dapat melibatkan semua orang. Yang penting diingat adalah,kepekaan memilih pesertanya. Bila Icebreakers ditujukan untuk memecahkebekuan kelas, usahakan suatu bentuk yang melibatkan semua orang. Bila kelasterasa didominasi sebagian orang, dalam energizers inilah saatnya untuk mengabaikan mereka dan memilih mereka yang terabaikan , terutamaperempuan. Untuk membangkitkan keberanian mereka, pilih proses yang mudahatau manipulasi permainan, sehingga mereka mampu melakukannya danmembangkitkan kepercayaan dirinya. Ingat, fasilitator adalah bagian dari warga. Libatkan secara penuh diri andadalamkegiatan di dalamnya, termasuk proses Energizer  . B. PROSES  Tidak jarang, seorang fasilitator hambar dalam menyajikan energizers. Inidisebabkan, energizers hanya dianggap dan diperlakukan sekadar sebagaipermainan. Padahal sebenarnya, dalam pembelajaran orang dewasa, setiap  kegiatan indah untuk dikaji. Untuk itu bahan energizers perlu diolah sehinggaenak untuk disajikan dan menjadi bagian yang memperkaya keseluruhan tubuhaktifitas. Memproses suatu kegiatan energizers sama menyenangkan atau menjengkelkannya dengan memproses materi inti. Bila di dalam pelatihandikenal KAKI LIMA sebagai Proses memproses, demikian halnya dengan energizers. Sekadar mengingatkan, Proses tersebut adalah : C. MENGGUNAKAN ENERGIZERS ppppppp 1. Apakah Energizers itu? Energizers adalah aktifitas yang dirancang untuk membuat kegiatan belajar lebihmudah danlebih menyenangkan, baik untuk peserta maupun pelatih. Nama yang berbedadipergunakanseperti icebreakers atau pemanasan, tergantung pada tujuan utama aktifitas (lihatparagraf mengapa peduli?). 2. Mengapa peduli? Energizers memungkinkan Anda sebagai pelatih untuk: ã Memecahkan es ( break the ice ), untuk menciptakan peluang saling mengenalsatu sama lain dengan lebih baik ( Icebreakers ) ã mendorong interaksi ã merangsang pemikiran kreatif  ã menantang asumsi dasar ã mengilustrasikan konsep baru ã memperkenalkan material spesifik (pemanasan) ã membentuk kelompok ã menyegarkan kelompok yang mengantuk (terutama setelah makan siang) ã bersenang-senang! 3. Apakah Energizers yang baik itu?  ã memerlukan waktu 30 menit atau kurang (dan sering hanya 5-10 menit) ã memerlukan sedikit atau tanpa persiapan ã sederhana untuk menerapkannya ã fleksibel karena harus bisa dikaitkan dengan jangkauan topik-topik yang tidakterbatas ã tidak mengancam siapa pun, atau membuat orang merasa tidak nyaman. 4. Bagaimana cara menjalankan Energizers yang berhasil? Keberhasilan atau kegagalan satu energizer  tergantung pada ketrampilanfasilitator. Sebagaiseorang fasilitator, penting bahwa Anda menciptakan satu suasana yang santaiyang memberi peserta kesempatan untuk menjadi diri sendiri. Sadari pentingnyamemberi contoh kepada peserta. Anda harus bersikap antusias dan bertindaksebagai katalis. Siapkan suasana dengan hati-hati, dan berikan instruksi yang jelassejelas mungkin. Seringkali lebih baik untuk memberi contoh tindakan pertama,atau untuk menjalankan satu putaran percobaan. Tips ã Dalam pemilihan pertimbangkan kesesuaian dengan hati-hati; beberapa Energizers kurang cocok untuk peserta yang lebih tua, pria dan perempuan dalam kelompok campuran(kontak tubuh), dalam kebudayaan tertentu. ã Undang setiap orang untuk berpartisipasi; termasuk fasilitator, pengamat, pelatih dll. ã Tetapi jangan pernah memaksa peserta untuk berpartisipasi dalam satu aktifitas ã Nyatakan dengan jelas, bahwa dalam acara Energizers aturan yang sudah disetujuisebelumnya harus tetap dihargai Pertahankan kesadaran perkembangan kelompok ã Berikan umpan balik positif. C. Menggunakan Energizer  4 PERMAINAN KREATIF UNTUK KEGIATAN/ PELATIHAN PARTISIPATIF 5. Energizers mana yang digunakan dan kapan? Semua energizer  tidak sama; karena bervariasi dalam tujuan primer, tingkatdampaknya danderajat intensitasnya. Kita bisa mengidentifikasikan tipe-tipe energizer  yang berbeda-beda. Energizer  bisa dikelompokkan berdasarkan tujuan primernya, meskipun banyak diantaranyamemiliki beberapa fungsi.

Previous Document

Laporan (VIII B)

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks