PETROKIMIA BATUAN GRANITOID DAERAH SABBANG KECAMATAN SABBANG KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

Publish in

Documents

298 views

Please download to get full document.

View again

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
GEOSAINS PETROKIMIA BATUAN GRANITOID DAERAH SABBANG KECAMATAN SABBANG KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN Sari Maliku, Adi Maulana, Haerany Sirajuddin* *) Departemen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin Sari: Secara Administratif daerah penelitian terletak di daerah Sabbang Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Sela
Transcript
  GEOSAINS 1 -  Vol. 11 No. 02 2015   PETROKIMIA BATUAN GRANITOID DAERAH SABBANG KECAMATAN SABBANG KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN Sari Maliku, Adi Maulana, Haerany Sirajuddin* *) Departemen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin Sari:  Secara Administratif daerah penelitian terletak di daerah Sabbang Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Secara astronomis daerah penelitian terletak pada120°11'00  –  120°13'00 Bujur Timur dan 02°36'00  –  02°38'00 Lintang Selatan dengan luas wilayah 12,96 km 2 . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis batuan granitoid, kandungan unsur kimia batuan granitoid dan menginterpetasi tatanan tektonik batuan granitoid pada daerah penelitian dengan menggunakan metode analisis X-Ray Fluorescence (XRF) dan analisis petrografi. Berdasarkan hasil penelitian lapangan, analisis petrografi dan geokimia, maka batuan granitoid yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari batuan granit, granodiorit dan granodiorit porfiri. Berdasarkan kandungan unsur SiO 2  batuan granitoid semakin ke arah selatan daerah penelitian semakin bersifat asam karena kandungan SiO 2  semakin tinggi, termasuk dalam seri magma High K Calc-Alkaline dengan tipe magma berupa magma asam, untuk tingkat saturasi alumina (Shand, 1943 dalam Clarke, 1992) batuan granitoid termasuk dalam jenis metaluminous dan merupakan granitoid tipe I (I-type Granitoid) yang ditunjukkan dengan kehadiran mineral mafik seperti piroksin, hornblende dan biotit dan terbentuk pada tatanan tektonik zona konvergen yakni pada lingkungan active continental margin   yang dicirikan dengan kenampakan petrografis berupa mineral zirkon (ZrSiO 4 ) sebagai mineral khas penunjuk tektonik active continental margin   dan umumnya memiliki bertekstur holokristalin dan kelimpahan mineral biotit, ortoklas, dan plagioklas yang hadir dalam tekstur khusus zoning. Kata kunci: Sabbang, batuan granitoid, analisis X-Ray Fluorescence   (XRF), high k calc alkaline  , active continental margin  . Abstract  Administratively, study area is located in Sabbang, Sabbang District, North Luwu Regency South Sulawesi Province and astronomically research area is located at 120°11'00   –  120°13'00 east longitude and 02°36'00   –  02°38'00 south latitude with an area of 12,96 Km  2  . The purpose of this research, want to know the kind of granitoid rocks, content of chemical element granitoid rocks and interpretation genesis of granitoid rocks in research area with X-Ray Fluorescence Method. Based on the field research, petrographic analysis, and geochemical analysis, the granitoid rocks in research area include granite, granodiorite and granodiorite porphyry. Based on SiO  2   element, in this research area have more acid to the south because of the content of SiO  2   is higher to the South included High K Calc-Alkaline magma series with acid magma type, for the saturation level of alumina (Shand, 1943 in Clarke, 1992), the type of granitoid is metaluminous, beside that, granitoid in this areas is the I- type granite (I-type) showed the present of mafic minerals such as pyroxene, hornblende and biotite minerals and formed in convergen zone tectonic setting environment at active continental margin with feature of the present of zircon mineral in petrographic analysis as special mineral at active continental margin and generally holocristaline texture and abundace of biotite, orthoclase and  plagioclase in zoning texture. Keywords: Sabbang, granitoid rocks, analysis X-Ray Fluorescence (XRF), high k calc alkaline, active continental margin.  GEOSAINS 2 -  Vol. 11 No. 02 2015   1.   Pendahuluan Tumbukan antara ketiga Lempeng Hindia- Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia (Hamilton, 1979: Silver dkk: 1983a dalam Surono dkk, 2013) mengakibatkan Pulau Sulawesi mempunyai struktur geologi dan stratigrafi yang rumit, serta komposisi batuan yang beragam (Surono dkk, 2013). Salah satu hasil dari proses geologi tersebut adalah dijumpai batuan intrusi yang luas. Pada daerah Sabbang, Buntu Puraroda dan Makakande Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan tersingkap batuan plutonik berupa batuan granitoid yang sangat luas yang terdiri dari batuan granodiorit dan granit yang diberi nama Granit Kambuno (Surono dkk, 2013). Analisis tentang geokimia merupakan suatu kegiatan penelitian untuk mengetahui sifat maupun unsur kimia yang terkandung pada suatu batuan. Untuk mengetahui kandungan unsur kimia, batuan granitoid perlu dilakukan suatu penelitian dengan analisis petrografi dan geokimia. Hal tersebut merupakan faktor yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian tersebut. Secara Administratif daerah penelitian termasuk dalam Wilayah Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan (gambar 1.1). Secara astronomis daerah penelitian terletak pada 120°11'00   –  120°13'00 Bujur Timur dan 02°36'00   –  02°38'00    Lintang Selatan. Daerah Penelitian terpetakan dalam peta Rupa Bumi Indonesia sekala 1 : 50.000 Lembar Sabbang nomor 2013-13 terbitan Bakosurtanal edisi I tahun 1991 (Cibinong Bogor). Luas daerah penelitian mencakup wilayah 2' x 2' atau 3,6 km x 3,6 km, dengan luas sekitar 12,96 Km 2 .  Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui jenis batuan granitoid pada daerah penelitian. 2). Untuk mengetahui kandungan unsur kimia batuan granitoid pada daerah penelitian. 3). Untuk menginterpetasi tatanan tektonik batuan granitoid pada daerah penelitian. Gambar 1: Peta Tunjuk Lokasi Penelitian (Bakosurtanal, 1991)    GEOSAINS 3 -  Vol. 11 No. 02 2015   2.   Geologi Daerah Penelitian Geomorfologi daerah penelitian didasarkan pada pendekatan morfogenesa menurut Thornbury (1969) dan morfografi merupakan Satuan Bentangalam Perbukitan Granodiorit dijumpainya lereng yang landai dengan tipe morfologi perbukitan, pelapukan yang bekerja adalah pelapukan kimia dan biologi, jenis sungai permanen yaitu Sungai Rongkong dengan erosi lateral yang lebih besar ditandai oleh profil sungai “U” dijumpai endapan sungai berupa “point bar” dan “meander”, stadia sungai dewasa menjelang tua sehingga dapat disimpulkan bahwa stadia daerah penelitian merupakan stadia daerah dewasa menjelang tua. Foto 1: Satuan bentangalam perbukitan granit dengan bentuk puncak tumpul “X” dan runcing “Y“ difoto dengan arah N 280°E   Foto 2 : Sungai permanen dan keberadaan Point Bar “X” dan Meander    “Y”   di foto ke N250°E dengan arah aliran sungai N35°E.   Berdasarkan pengamatan di lapangan dan analisis petrografi, daerah penelitian tersusun atas batuan beku. Terdapat dua satuan batuan secara berurutan mulai dari yang termuda ke tertua, antara lain: 1. Satuan Granit 2. Satuan Granodiorit. Gambar 2 : Peta Geologi Daerah Penelitan Satuan granodiorit menempati sekitar 67,4% dari luas keseluruhan daerah penelitian atau sekitar 8,7 km2, terletak dibagian utara daerah penelitian yang meliputi daerah Sabbang, Makakande dan Buntu Puraroda. Satuan granodiorit beranggotakan granodiorit, granodiorit porfiri dan diabase yang ditemukan dalam bentuk senolit. Sedangkan satuan granit menempati sekitar 32,6% dari luas keseluruhan daerah penelitian atau sekitar 3,3 km2. Satuan ini terletak dibagian selatan daerah penelitian yang meliputi daerah Monto dan Passapu Sengge. Satuan granit beranggotakan granit, kedua satuan ini berumur Miosen Akhir  –   Pliosen  Akhir yang disebandingkan dengan stratigrafi regional daerah penelitian dengan Formasi Granit Kambuno (Tpkg) (Simandjuntak, dkk, 1991). Y X X Y  GEOSAINS 4 -  Vol. 11 No. 02 2015   Foto 3: Kenampakan senolit Diabas (X) pada litologi Granodiorit porfiri pada stasiun 05. Difoto ke arah N130 o E. Foto 4  : Kenampakan singkapan granit pada Sungai Rongkong. Difoto relatif ke arah N 170 o E pada stasiun 8. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian sangat dipengaruhi oleh aktifitas tektonik yang bekerja di sekitar daerah penelitian. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berdasarkan penciri struktur yang dijumpai dilapangan adalah kekar dan sesar. Pembentukan struktur geologi pada daerah penelitian sangat erat hubungannya dengan struktur regional. Gaya yang bekerja pada pembentukan struktur secara regional mengakibatkan gaya imbas yang menghasilkan arah gaya secara lokal sehingga menyebabkan terbentuknya struktur geologi pada daerah penelitian maka sesar yang terbentuk pada daerah penelitian adalah Sesar Geser Sungai Rongkong yang sifatnya sinistral. Foto 5 : Kekar sistematik pada litologi granit stasiun 9 difoto ke arah N170°E Foto 6 : Breksi sesar pada stasiun 20 di foto ke arah N15°E. 3.   Batuan Granitoid Batuan granitoid atau disebut juga sebagai batuan granitik merupakan batuan plutonik, dengan tekstur faneritik, granular, sebagian besar terdiri dari mineral felsik dan kaya akan kuarsa dengan komposisi kimia yang bervariasi (Kurniawan, 2014). Granitik merupakan sebuah kata sifat yang berarti mempunyai “ciri -ciri atau sifat” seper ti granit tetapi belum tentu menunjukkan batuan granit. Sedangkan granitoid akan digunakan jika keduanya merupakan kata sifat dan benda yang umumnya menunjukkan semua jenis atau kelompok dari batuan beku plutonik berkomposisi asam yakni yang berasal dari alkali feldspar granit hingga tonalit (Clarke,1992). Batuan granit merupakan batuan beku plutonik yang banyak dijumpai pada kerak kontinen, bukan alasan yang tepat untuk mengabaikan keberadaan batuan granit, dimana cakupan keberadaanya sangat luas. Keberadaan batuan granit pada interior bumi, berada pada kerak

Previous Document

RPH 26.07.2017

Next Document

Chord Adera.docx

Related Documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks