PIP.docx

Publish in

Documents

27 views

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
INTISARI Foodbar adalah makanan padat yang terbuat dari campuran bahan pangan yang diperkaya oleh nutrisi dengan kecukupan kalori yang dibutuhkan oleh manusia. Foodbar dibuat dari campuran beberapa jenis tepung dengan penambahan bahan penunjang lainnya. Proses pembuatan Foodbar terdiri dari pencampuran, pengadonan, pembentukkan lembaran, pencetakan pemanggangan, dan pengemasan. Bencana alam membawa dampak kekurangan bahan pangan. Oleh karena itu, d
Transcript
    INTISARI  Foodbar adalah makanan padat yang terbuat dari campuran bahan pangan yang diperkaya oleh nutrisi dengan kecukupan kalori yang dibutuhkan oleh manusia.  Foodbar   dibuat dari campuran beberapa jenis tepung dengan  penambahan bahan penunjang lainnya. Proses pembuatan  Foodbar   terdiri dari  pencampuran, pengadonan, pembentukkan lembaran, pencetakan pemanggangan, dan pengemasan. Bencana alam membawa dampak kekurangan bahan pangan. Oleh karena itu, diperlukan pangan yang mengandung cukup kalori dan nutrisi seperti layaknya  full meal  . Bentuk makanan yang dapat dikembangkan dengan kecukupan kalori, protein, lemak, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh adalah makanan padat (food bars). Food bars  dibuat dari campuran bahan pangan (blended food)  yang diperkaya dengan nutrisi yang kemudian dibentuk menjadi  bentuk padat dan kompak (a food bar form). Produk ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan kalori rata-rata orang Indonesia per hari yakni 2100 kkal dengan kandungan protein 07-12% dari total kalori dan lemak 35-45%. Keuntungan menggunakan pisang sebagai bahan baku pembuatan tepung adalah dapat memperpanjang umur simpan pisang, memudahkan dalam  pengemasan dan pengangkutan, lebih praktis sebagai produk diversifikasi, meningkatkan nilai ekonomi buah pisang, serta mampu meningkatkan nilai gizi  buah melalui proses fortifikasi selama pengolahan.    I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Proyek, Ekonomi dan Statistik, (2) Dasar Proses Pengolahan, dan (3) Aspek Pasar Produk. 1.1. Latar Belakang Ekonomi dan Statistik Ketergantungan terhadap salah satu pangan pokok khususnya terigu, menuntut masyarakat untuk menggali potensi pangan lokal yang ada di setiap daerah. Pisang (  Musa paradisiaca ) sebagai salah satu tanaman buah-buahan mempunyai potensi besar untuk diolah menjadi tepung yang merupakan substitusi tepung terigu. Buah pisang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung mengingat bahwa komponen utama penyusun pisang adalah karbohidrat dengan kadar 17,2-38%. Keuntungan menggunakan pisang sebagai bahan baku pembuatan tepung adalah dapat memperpanjang umur simpan pisang, memudahkan dalam  pengemasan dan pengangkutan, lebih praktis sebagai produk diversifikasi, meningkatkan nilai ekonomi buah pisang, serta ampu meningkatkan nilai gizi  buah melalaui proses fortifikasi selama pengolahan. Tepung pisang adalah hasil penggilingan buah pisang kering (gaple pisang) yang digunakan sebagai formulasi kue dan makanan bayi. Walaupun demikian, tepung pisang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Pembuatan tepung pisang mudah dilakukan dan biaya yang digunakan tidak mahal. Bencana alam membawa dampak kekurangan bahan pangan. Oleh karena itu, diperlukan pangan yang mengandung cukup kalori dan nutrisi seperti layaknya  full meal  . Bentuk makanan yang dapat dikembangkan dengan   kecukupan kalori, protein, lemak, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh adalah makanan padat (food bars).    Food bars  dibuat dari campuran bahan pangan (blended food)  yang diperkaya dengan nutrisi yang kemudian dibentuk menjadi  bentuk padat dan kompak (a food bar form). Produk ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan kalori rata-rata orang Indonesia per hari yakni 2100 kkal dengan kandungan protein 07-12% dari total kalori dan lemak 35-45%. 1.2. Dasar Proses Pengolahan  Foodbar adalah makanan padat yang terbuat dari campuran bahan pangan yang diperkaya oleh nutrisi dengan kecukupan kalori yang dibutuhkan oleh manusia.  Foodbar   dibuat dari campuran beberapa jenis tepung dengan  penambahan bahan penunjang lainnya. Proses pembuatan  Foodbar   terdiri dari  pencampuran, pengadonan, pembentukkan lembaran, pencetakan pemanggangan, dan pengemasan. Pada proses pembuatan  Banana    Foodbar   langkah pertama adalah  pencampuran tepung pisang, tepung kacang merah, dan tepung tapioka. Langkah kedua yaitu proses pencampuran tepung dengan bahan penunjang, seperti margarin, telur, gula tepung, garam, dan air. Pencampuran tersebut dilakukan dengan menggunakan  mixer   sampai semua bahan tercampur rata sehingga membentuk adonan. Selanjutnya, adonan yang telah dibuat dimasukan ke dalam roller sehingga adonan menjadi padat dan berbentuk lembaran. Proses pencetakan dilakukan dengan cara pemotongan lembaran-lembaran  foodbar   yang sudah dipanggang sebelumnya dengan ukuran potongan (9,5 x 1,5 x 2,7) cm. Ukuran  potongan  foodbar   tersebut disesuaikan dengan kepraktisan dan kebutuhan nutrisi.   Terbentuknya lembaran tersebut terjadi akibat adanya proses pengepresan di dalam roller.  Lembaran  –  lembaran  foodbar yang telah terbentuk dipanggang dengan menggunakan oven pada suhu 120°C selama 65 menit. Proses  pemanggangan dilakukan untuk pemasakan dan pengeringan  foodbar.  Setelah  proses pemanggangan, dilakukan proses pendinginan  foodbar dengan cara diangin-anginkan menggunakan  Boller.  Proses terakhir dalam pembuatan  foodbar   adalah pengemasan.  Foodbar dikemas dalam kemasan yang tertutup rapat, tidak dipengaruhi atau mempengaruhi isi, serta aman selama masa penyimpanan dan distribusi. Pengemasan digunakan agar mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada  foodbar selama masa penyimpanannya. Pengemas yang digunakan adalah jenis kemasan fleksibel multiple film  dengan bahan utama alumunium foil yang dilapisi oleh polipropilen (PP). 1.3. Aspek Pasar Produk 1.3.1. Pasar Potensial Saat ini, banyak industri pangan yang membuat produk makanan siap saji. Hal ini disebabkan karena banyaknya masyarakat yang menginginkan segala sesuatunya dilakukan secara praktis. Selain itu, sering terjadinya bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa, gunung meletus, dll menyebabkan masyarakat kesulitan dalam mengolah makanan sehingga mereka membutuhkan makanan darurat atau makanan siap saji. Makanan darurat atau makanan siap saji (foodbar)  merupakan makanan  padat yang dibuat dari campuran bahan pangan yang diperkaya oleh nutrisi dengan kecukupan kalori yang dibutuhkan oleh manusia sehingga banyak
Related Search
Related Documents
Pemberdayaan.docx
Sep 20, 2017

Pemberdayaan.docx

HORMON.docx
Sep 20, 2017

HORMON.docx

SEDIAAN_STERIL.docx
Sep 20, 2017

SEDIAAN_STERIL.docx

SKRIPSI ADE.docx
Sep 20, 2017

SKRIPSI ADE.docx

SKRIPSI.docx
Sep 20, 2017

SKRIPSI.docx

pip fictor.docx
Sep 26, 2017

pip fictor.docx

eva pip.docx
Oct 6, 2017

eva pip.docx

eva pip.docx
Oct 8, 2017

eva pip.docx

pip edit.docx
Oct 8, 2017

pip edit.docx

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks