Prednisolon Oral Untuk Anak Prasekolah Dengan Wheezing Karena Virus

Publish in

Documents

21 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
jurding oral prednisolon
Transcript
  Prednisolon Oral untuk Anak Prasekolah dengan Wheezing karena Virus Jayachandran Panickar, M.D., M.R.C.P.C.H., Monica Lakhanpaul, M.D., F.R.C.P.C.H., Paul C. Lambert, Ph.D., Priti Kenia, M.B., B.S., M.R.C.P.C.H., Terence Stephenson, D.M., R.C.P.C.H., Alan Smyth, M.D., F.R.C.P.C.H., and Jonathan Grigg, M.D., F.R.C.P.C.H. Latar Belakang Serangan wheezing yang disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan atas umum dijumpai pada anak-anak prasekolah usia 6 bulan  –   6 tahun. Penggunaan prednisolon oral jangka  pendek digunakan secara luas untuk mengobati anak anak prasekolah dengan wheezing yang datang ke rumah sakit, namun tidak ada bukti yang cukup mengenai efektivitasnya pada kelompok umur ini. Metode Kami melakukan pengujian acak, double blind, placebo controlled, membandingkan 5 hari  penggunaan prednisolon oral ( 10 mg/hari untuk anak usia 10-24 bulan dan 20 mg/hari untuk anak yang lebih tua) dengan placebo pada 700 anak usia 10-60 bulan. Anak- anak yang datang ke 3 rumah sakit di England dengan serangan wheezing yang berhubungan dengan infeksi virus; 687 anak dimasukkan dalam percobaan ( 343 anak dengan grup prednisolon dan 344 pada grup  placebo). Primary outcome adalah durasi perawatan, secondary outcome adalah scoring  preschool respiratory assessment measure, penggunaan albuterol, dan scoring gejala 7 hari. Hasil Tidak ada perbedaan signifikan pada durasi perawatan antara grup placebo dan grup prednisolon (13.9 jam vs 11.0 jam; ratio of geometric means, 0.90;95% convidence interval, 0.77 to 1.05). sebagai tambahan, tidak ada perbedaan bermakna antara dua grup pada secondary outcome. Kesimpulan Pada anak prasekolah yang datang ke rumah sakit dengan wheezing ringan-sedang yang  berhubungan dengan infeksi virus, prednisolon oral tidak lebih superior dibandingkan placebo. Serangan wheezing yang diakibatkan infeksi virus pada saluran pernapasan atas umum dijumpai  pada anak usia dibawah 6 tahun. Kebanyakan anak prasekolah dengan wheezing yang dipicu oleh virus memiliki sedikit atau bahkan tanpa gejala pernapasan. Dan tidak ada chronic  lower airway eosinophilia. Lebih jauh, kecenderungan wheezing akibat infeksi virus saluran  pernapasan atas sering sembuh pada usia sekolah. Guideline merekomendasikan penggunaan kortikosteroid oral pada anak prasekolah dengan wheezing akibat virus untuk datang ke rumah sakit. Namun, hasil dari percobaan secara dikatakan bahwa penggunaan kortikosteroid sistemik  pada anak muda dengan wheezing akut bertentangan. Pada studi sebelumnya, kami menemukan  bahawa penggunaan prednisolon oral selama 5 hari yang diberikan oleh orang tua di rumah pada serangan awal wheezing tidak secara signifikan mengurangi scoring parent  –  assesed symptom dan kebutuhan perawatan di rumah sakit. Sehingga penggunaan kortikosteroid pada wheezing akibat virus masih kontroversi.   Metode Pasien Dari maret 2005 hingga Agustus 2007, kami melakukan studi di 3 rumah sakit di United Kingdom: the University Hospitals of Leicester National Health Service Trust Children’s Hospital,Nottingham City Hospital, and University Hospital Queen’s Medical Centre in  Nottingham. Kami menggunakan anak usia 10  –   60 bulan yang datang dengan wheezing yang diperkirakan secara klinis disebabkan karena infeksi virus pada saluran pernapasan atas. Batasan usia 10 bulan dipilih untuk mengurangi pemilihan bayi dengan wheezing akibat  bronkiolitis. Kami juga mengeksklusi anak dengan shock atau yang meiliki bukti klinis bacterial sepsis. Anak yang memiliki penyakit jantung atau paru, yang menerima terapi imunosupresif atau yang memiliki imunodefisiensi.  Anak anak yang datang ke rumash sakit dengan wheezing pada auskultasi diskrining untuk kelayakan oleh dokter anak setelah mereka menerima 10 puffs albuterol, diberikasn melalui meterd dose inhaler dan volumatic spacer (allen and hanburys) dengan face mask. Atau nebulisasi albuterol (2.5 mg jika anak usia < 3 tahun, 5 mg pada anak > 3 tahun). Tiap center memiliki catatan mengenai jumlah anak yang diskrining. 5 menit setelah pasien yang terdaftar dalam studi telah menerima satu dosis albuterol, seorang klinisi menghitung skor dasar dari skala Preschool Respiratory Assessment Measure (PRAM), dengan skor 0-12, yang mana semakin tinggi skor menandakan semakin parah distress  pernapasannya. Rekam medis diperoleh klinisi untuk melihat serangan wheezing sebelumnya, ada tidaknya riwayat eczema, dan interval gejala. Klinisi kemudian mencatat skor PRAM segera setelah inhalasi albuterol pada jam ke 4, 12, 24 selama pasien dirawat di RS. Studi ini disetujui oleh U.K. National Health Service Multicenter Research Ethics Committee. Dan inform consent diperoleh dari orang tua atau wali anak yang terlibat dalam studi. Managemen Klinis Pasien awalnya ditangani oleh di departtmen pediatric emergency oleh klinisi yang terlatih dalam  pediatric care. Criteria pemulangan pasien dengan wheezing akibat virus adalah jika pada auskultasi tidak ditemukan atau adanya wheezing minimalsetelah inhalasi albuterol, saturasi oksigen >92% dalam udara bebas pada pulse oximetry, atau jika menurut klinisi pasien stabil  jika dirawat di rumah. Untuk anak yang masih memiliki gejala setelah pemberian albuterol, klinisi dapat melanjutkan terapi pada depertemen emergency atau merujuk pasien ke ruang observasi sementara atau ke bangsal. Pada beberapa kasus, pemilihan terapi dipengaruhi oleh factor non klinis, seperti waktu kejadian dan ketersediaan ranjang pasien. Pada studi ini, aturan tatalaksana dan observasi adalah identik di setiap center (RS), termaksud  juga pada emergency department, dan pengawasan selalu dilakukan oleh staf perawat dengan  pelatihan pediatik. Criteria pemulangan pasien berdasarkan penilaian klinisi, dengan criteria yang telah disebutkan diatas.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks