REFERAT MENINGIOMA.docx

Publish in

Documents

213 views

Please download to get full document.

View again

of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
REFERAT ILMU PENYAKIT BEDAH MENINGIOMA Oleh : M. Nadzir A 122011101071 Pembimbing : dr. Andre Kusuma, Sp.BS Disusun untuk melaksanakan tugas Kepaniteraan Klinik Madya SMF Ilmu Bedah di RSD dr.Soebandi Jember FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2
Transcript
  REFERAT ILMU PENYAKIT BEDAH MENINGIOMA Oleh : M. Nadzir A 122011101071 Pembimbing : dr. Andre Kusuma, Sp.BS Disusun untuk melaksanakan tugas Kepaniteraan Klinik Madya SMF Ilmu Bedah di RSD dr.Soebandi Jember FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2017  2 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL  ....................................................................... i DAFTAR ISI  .................................................................................... ii BAB 1. PENDAHULUAN  ............................................................ 1.1 Latar Belakang  ....................................................... 3 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA  ................................................... 4 2.1 Definisi  ..................................................................... 4 2.2 Epidemiologi  ........................................................... 4 2.3 Etiologi  ..................................................................... 4  2.4 Anatomi Meningen  ................................................. 5  2.5 Klasifikasi  ................................................................ 7  2.6 Gejala Klinis  ........................................................... 9 2.7 Pemeriksaan Penunjang ....................................... 10 2.8 Penatalaksanaan  ..................................................... 13  2.9 Prognosis  ................................................................. 15 BAB 3. PENUTUP  ......................................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA  ...................................................................... 18  3 BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningioma adalah tumor pada meningens, yang merupakan selaput pelindung yang melindungi otak dan medulla spinalis. Meningioma dapat timbul pada tempat manapun di bagian otak maupun medulla spinalis, tetapi, umumnya terjadi di hemisfer otak di semua lobusnya. Kebanyakan meningioma  bersifat jinak ( benign ), sedangkan meningioma maligna jarang terjadi. (Black, 2007)   Meningioma merupakan neoplasma intrakranial nomor 2 dalam urutan frekuensinya yaitu mencapai angka 20%. Meningioma lebih sering dijumpai pada wanita dari pada pria terutama pada golongan umur antara 50-60 tahun dan memperlihatkan kecenderungan untuk ditemukan pada beberapa anggota di satu keluarga. Korelasinya dengan trauma kapitis masih dalam pencarian karena belum cukup bukti untuk memastikannya. Pada umumnya meningioma dianggap sebagai neoplasma yang berasal dari glioblas di sekitar vili arachnoid. Sel di medulla spinalis yang sebanding dengan sel tersebut ialah sel yang terletak pada tempat  pertemuan antara arachnoid dengan dura yang menutupi radiks. (Black, 2007)   Meningioma dapat tumbuh di mana saja di sepanjang meningen dan dapat menimbulkan manifestasi klinis yang sangat bervariasi sesuai dengan bagian otak yang terganggu. Sekitar 40% meningioma berlokasi di lobus frontalis dan 20% menimbulkan gejala sindroma lobus frontalis. Sindroma lobus frontalis sendiri merupakan gejala ketidakmampuan mengatur perilaku seperti impulsif, apati, disorganisasi, defisit memori dan atensi, disfungsi eksekutif, dan ketidakmampuan mengatur mood. (Black, 2007)    4 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Meningioma adalah tumor pada meningens, yang merupakan selaput  pelindung yang melindungi otak dan medulla spinalis. (Satyanegara, 2010) 2.2 Epidemiologi Tumor ini mewakili 20% dari semua neoplasma intrakranial dan 12 % dari semua tumor medulla spinalis. Meningioma biasanya jinak, tetapi bisa kambuh setelah diangkat. Tumor ini lebih sering ditemukan pada wanita dan biasanya muncul pada usia 40-60 tahun, tetapi tidak tertutup kemungkinan muncul pada masa kanak-kanak atau pada usia yang lebih lanjut. Paling banyak meningioma tergolong jinak ( benign ) dan 10 % maligna. Meningioma maligna dapat terjadi  pada wanita dan laki-laki, meningioma benign lebih banyak terjadi pada wanita. (Satyanegara, 2010) 2.3 Etiologi dan Patofisiologi Para ahli tidak memastikan apa penyebab tumor meningioma, namun  beberapa teori telah diteliti dan sebagian besar menyetujui bahwa kromosom yang  jelek yang menyebabkan timbulnya meningioma. Para peneliti sedang mempelajari beberapa teori tentang kemungkinan asal-usul meningioma. Di antara 40% dan 80% dari meningioma berisi kromosom 22 yang abnormal pada lokus gen neurofibromatosis 2 (NF2). NF2 merupakan gen supresor tumor pada 22Q12, ditemukan tidak aktif pada 40% meningioma sporadik. Pasien dengan  NF2 dan beberapa non-NF2 sindrom familial yang lain dapat berkembang menjadi meningioma multiple, dan sering terjadi pada usia muda. Di samping itu, deplesi gen yang lain juga berhubungan dengan pertumbuhan meningioma. (Wimel, 2010) Kromosom ini biasanya terlibat dalam menekan pertumbuhan tumor. Penyebab kelainan ini tidak diketahui. Meningioma juga sering memiliki salinan tambahan dari platelet diturunkan faktor pertumbuhan (PDGFR) dan epidermis
Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks