Ringkasan Materi Ujian Nasional Smk

Publish in

Documents

104 views

Please download to get full document.

View again

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Ringkasan
Transcript
  Jurnal Penelitian Sains Volume 17 Nomor 3 September 2015 © 2015 JPS MIPA UNSRI 17317-102 Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (   Ipomoea reptans Poir  )   Aliyenah 1  A Napoleon 2  dan Bambang Yudono 3   1 Mahasiswa Lingkungan Pascasarjana Universitas Sriwijaya, 2 Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, 3 Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sriwijaya Intisari:  Penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Pupuk Cair Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (   Ipomoea reptans Poir   ) ini telah dilaksanakan pada Ja-nuari - Maret 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan limbah cair industri tahu agar dapat digunakan sebagai pupuk cair organik untuk tanaman kangkung darat. Penelitian ini dilakukan dengan meng-gunakan Rancang Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan konsentrasi pupuk cair organik dari limbah tahu sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15%. Dan masing-masing perlakukan diulang sebanyak 3 kali. Ha-sil penelitian menunjukan bahwa pupuk cair organik tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat. Pengaruh yang signifikan dan nyata terlihat dari perlakuan pemberian konsentrasi pupuk cair sebesar 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% yang berpengaruh terhadap berat basah tanaman kangkung da-rat yaitu 10,89 gr, 16,32 gr, 23,47 gr dan 37,61 gr. Sedangkan perlakuan terhadap berat kering tanaman kang-kung darat yaitu 2,59 gr, 3,28 gr, 4,11 gr, 5,31 gr dan 9,60 gr. Dari analisis sidik ragam pada taraf Uji 5%, di-dapat nilai F hitung (349,677) lebih tinggi dari nilai F tabel (2,209) pada berat basah tanaman kangkung darat. Sebaliknya untuk berat kering didapat nilai F hitung (412,665) lebih tinggi dari nilai F tabel (2,209). Sehingga dari analisis tersebut terdapat pengaruh yang signifikan dan nyata antara pemberian konsentrasi pupuk cair limbah tahu terhadap produksi tanaman kangkung darat (H1 diterima dan H0 ditolak). Kata kunci:  Limbah cair industri tahu, pupuk cair organic, pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat.  Abstract:  This research on the use of liquid industrial waste of tofu as an organic fertilizer on the growth and productivity of Kangkung Darat has been done on January to March 2013. The purpose of this research was to know the effectiveness of using liquid industrial waste of tofu to increase the growth and productivity of kang-kung darat. The research was done using randomized block design method (RAK) applying the concentration of liquid industrial waste of tofu: 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% and 15% which effect on the weight of the  fresh kangkung darat. Each treatment was repeated three times. The result of the research showed that the liquid industrial waste of tofu could help in increasing the growth and productivity of kangkung darat. The most significant effect could be seen on the application of liquid 7.5%, 10%, 12.5%, 15% which grown the kale 10.89 grams, 16.32 grams, 23.47 grams and 37.61 grams. While the treatment to the dried kangkung darat  weight were 2.59 grams, 3.28 grams, 4.11 grams, 5.31 grams and 9.60 grams. From the analysis of variance at test level 5%, could be gained F value (349.677) higher than F table (2.209) at the weight of fresh kale. On the other hand, for the weight of the dried kangkung darat could be gained F value (412.665) higher than F table (2.209). So it could be concluded that there was a significance effect of using liquid industrial waste of tofu in increasing the growth and productivity of kangkung darat (H1 was accepted and H0 was rejected) Keywords: liquid industrial waste of tofu, liquid organic fertilizer, the growth and productivity of kale . 1   PENDAHULUAN ndustri tahu berskala kecil dan menengah saat ini berkembang pesat di wilayah Prabusari - Kelura-han Majasari Kota Prabumulih. Terdapat kurang le-bih 12 industri tahu, di Prabusari yang memasok se-bagian besar kebutuhan tahu di Kota Prabumulih dan sekitarnya. Produksi masing-masing industri ta-hu diperkirakan lebih kurang 200 kg kedelai perhari, atau total keseluruhannya diperkirakan lebih kurang 2,4 ton kedelai perhari. Jika 60 kg kedelai, akan menghasilkan 2.610 liter limbah cair dan 70 kg lim-bah padat, maka industri tahu di Prabusari, untuk setiap harinya akan menghasilkan kurang lebih 104.400 liter limbah cair dan 2800 kg limbah padat. Limbah cair sebesar itu semuanya langsung dibuang baik kesungai, ke kebun, atau tempat penampungan sekitar industri tahu. Sehingga berkembangnya in- I  Aliyenah, dkk./Pemanfaatan Limbah Cair …   JPS Vol.17 No. 3 Sept. 2015  17317-103 dustri tahu tersebut tidak diikuti dengan berkem-bangnya pengolahan limbah. Padahal limbah cair  yang dihasilkan oleh pabrik tahu banyak mengan-dung bahan-bahan organik yang dapat mencemari sungai dan lingkungan sekiranya.   Kapasitas produksi dari sejumlah limbah cair  yang dihasilkan mempengaruhi karakteristik limbah (BOD, COD, TSS, DO, pH). Suatu hasil studi tentang karaktristik air buangan industri tahu di Medan dila-porkan bahwa air buangan industri tahu rata-rata mengandung BOD, COD, TSS dan minyak/lemak berturut-turut sebesar 4583, 7050, 4743 dan 2 mg/l (Bappeda Medan, 1993). EMDI (Enviromental Man-agement Development in Indonesia)-Bapedal (1994) melaporkan kandungan rata-rata BOD, COD dan TSS berturut-turut sebesar 3250, 6520 dan 1500 mg/l. Apabila dilihat dari baku mutu limbah cair in-dustri produk makanan dari kedelai menurut Kep-MenLH No. Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri, kadar maksimum yang diperbolehkan untuk BOD5, COD dan TSS berturut-turut adalah 50, 100 dan 200 mg/l, sehingga jelas bahwa limbah cair industri tahu ini telah melampaui baku mutu yang dipersyaratkan. Berbagai teknik pengolahan limbah cair tahu un-tuk menyisihkan bahan polutannya yang telah dico-ba dan dikembangkan selama ini belum memberi-kan hasil yang optimal. Upaya untuk mengatasi lim-bah buangan industri tahu telah banyak dilakukan, diantaranya untuk makanan ternak. Para pengusaha industri tahu sering membuang limbah ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Untuk mengatasi masalah ini, maka diperlukan suatu metode penan-ganan limbah yang tepat, terarah dan berkelanjutan. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah dengan cara mengolah limbah industri tahu sebagai pupuk cair organik, sehingga limbah cair tahu tidak hanya bersifat penanganan namun juga memiliki nilai yang bermanfaat. Untuk itu perlu di ketahui dahulu kandungan dari limbah cair industri tahu, apakah mengandung unsur yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Limbah cair tahu dari hasil analisis ternyata men-gandung zat-zat karbohidrat, protein, lemak dan mengandung unsur hara yaitu N, P, K, Ca, Mg, dan Fe (Indahwati, 2008). Jika dilihat Kandungan unsur hara dalam limbah tahu ini, maka berpotensi untuk dikembangkan sebagai pupuk cair, sebab hingga saat ini limbah cair tahu ini belum banyak diman- faatkan. Menurut Handayani (2006) bahwa limbah cair tahu dapat dijadikan alternatif baru yang digu-nakan sebagai pupuk sebab di dalam limbah cair tahu tersebut memiliki ketersediaan nutrisi yang di-butuhkan oleh tanaman. Hasil penelitian menunju-kan bahwa pemberian limbah cair tahu berpenga-ruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kede-lai yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun (Ernawati dalam Anggit, 2010). Dari hasil pengamatan di la-pangan, bahwa tanaman yang dialiri limbah cair tahu ternyata tumbuh dengan subur seperti : pisang, nangka, kelapa, sukun dan lain-lain. Tetapi ada juga beberapa tanaman yang ternyata mati ketika dilewa-ti limbah cair tahu ini, seperti rumput, jati, dan ram-butan. Untuk menentukan bahwa limbah cair tahu da-pat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, maka perlu dilakukan penelitian pada beberapa jenis ta-naman. Di samping itu juga perlu dilakukan proses perubahan unsur-unsur dalam limbah cair tahu se-hingga dapat memenuhi kriteria yang relatif sama dengan pupuk dari industri. untuk itu pada peneli-tian ini pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pu-puk cair organik dengan menambahkan aktivator, dengan harapan akan meningkatkan kandungan hara pada limbah cair tahu dengan bantuan mi-kroorganisme. Untuk itulah kami tertarik mengajukan judul thesis ini yaitu: “ Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (   Ipomoea  Reptans Poir  )” .   Batasan Masalah Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini akan dibatasi, yaitu: 1.   Subyek penelitian adalah limbah cair tahu di wi-layah Prabusari –  Kota Prabumulih. 2.   Obyek penelitian adalah tanaman kangkung, Be-nih kangkung adalah benih (biji) kangkung darat (   Ipomoea Reptans Poir) 3.   Parameter dalam penelitian ini adalah Kandun-gan hara dan kulitas air limbah sebelum dan sete-lah dibuat pupuk cair, produksi tanaman kang-kung yang diukur dari berat basah dan berat ker-ing. Rumusan Masalah 1.   Bagaimana kandungan hara dan kualitas dari limbah cair industri tahu sebelum dan setelah di-buat pupuk cair? 2.    Apakah penambahan pupuk cair organik dari limbah cair industri tahu dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung? dan Berapakah konsentrasi pupuk cair organik dari limbah cair industri tahu yang baik bagi per-tumbuhan dan produksi tanaman kangkung?  Aliyenah, dkk./Pemanfaatan Limbah Cair …   JPS Vol.17 No. 3 Sept. 2015  17317-104 Tujuan Penelitian 1.   Menganalisis kandungan hara dan kualitas lim-bah cair industri tahu sebelum dan setelah dijadi-kan pupuk cair organik 2.   Mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk cair dari limbah tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung dilihat dari berat ba-sah dan berat kering tanaman dan menentukan konsentrasi yang paling baik bagi peningkatan produksi tanaman kankung.  2   METODOLOGI PENELITIAN  Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari –  Maret 2013, selama lebih kurang 3 bulan. Tempat penelitan adalah di Prabusari –  Kelurahan Majasari Kota Prabumulih. Analisis dilakukan di Laboratorium Kimia, Biologi dan Kesuburan Tanah di Jurusan Ta-nah, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.  Alat dan Bahan  Alat-alat yang digunakan untuk pembuatan pupuk Cair:    Tong kapasitas 200 Liter    Pengaduk kayu Bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk cair:    Cairan aktivator (EM 4)    Limbah Cair Tahu    Gula Merah (dicairkan dalam 5 liter air)  Alat yang digunakan untuk proses penanaman:    Gelas Pengukur     Alat Penyiram    Kayu Tugal    Label penanda    Cangkul Bahan yang digunakan untuk proses penanaman:    Benih Kangkung    Pupuk cair tahu     Air (5 Liter sekali Siram) Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Ke-lompok (RAK) terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulan-gan. Metode eksperimen dimaksudkan untuk men-getahui hubungan sebab-akibat antara penambahan pupuk cair tahu terhadap produksi tanaman kang-kung. Variabel bebas (X) adalah penambahan pupuk cair, dan variabel terikat adalah produksi tanaman kangkung. Rancangan Acak Kelompok (RAK) merupakan rancangan untuk percobaan lapangan (   field-experiment   ) yang paling sederhana. Pada RAK ini, lokal kontrol merupakan pengelompokan perlakuan secara lengkap pada kelompok-kelompok, blok-blok atau lokal-lokal, yang dapat berupa areal-areal la-han, yang mana masing-masing areal ini dicirikan oleh sifat khas yang nisbi homogen, misalnya tingkat kesuburan tanah yang nisbi sama, lereng yang ber-kemiringan nisbi sama, atau tingkat kemasaman  yang nisbi sama (Kemas AH, 2010). Tabel 1. Konsentrasi dan perlakuan dengan pupuk cair limbah tahu. No Perla-kuan POC Air Kete-rangan (liter) % (Liter) % 1 2 3  4 5 6 7 P0 P1 P2 P3 P4 P5 P6 0 0,125 0,250 0,375 0,500 0,625 0,750 0 2,5 5,0 7,5 10,0 12,5 15,0 5  4,875  4,750  4,625  4,500  4,325  4,250 100 97,5 95,0 92,5 90,0 87,5 85,0 Cara Kerja Langkah-langkah Pembuatan pupuk cair dari limbah cair tahu:  4.   Masukan 1 liter aktivator, 5 liter larutan 4 kg gula merah, 150 liter limbah cair tahu ke dalam tong.  Aduk rata. 5.   Tutup tong rapat-rapat hingga udara tidak bisa masuk. Buat pipa pengeluaran gas yang ujungnya dimasukan ke dalam ember yang berisi air. Biar-kan tong selama 15 hari. 6.   Buka tutup tong, saring pupuk cair hingga di da-pat larutan yang bersih, bebas padatan 7.   Setelah disaring, pupuk cair selanjutnya diguna-kan untuk media tanam, tanaman kangkung. Langkah-langkah penanaman, yaitu: 1.   Persiapan lahan, dengan membuat petak-petak tanah, berukuran 1 X 1 M 2 , dengan ketinggian ± 15-20 cm, jarak antar petak ± 30 cm. Setiap pe-tak di buat lobang dengan jarak ± 20 X 20 cm sedalam ±3 cm. Sehingga tiap petak didapatkan 25 lobang tanam. Dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan, maka dipersiapkan 21 petak, sehingga dibutuhkan lahan seluas ± 40 M 2 .  Aliyenah, dkk./Pemanfaatan Limbah Cair …   JPS Vol.17 No. 3 Sept. 2015  17317-105 2.   Penanaman benih kangkung dilakukan dengan memasukan 3 butir biji kangkung pada lobang tanam.. 3.   Pemeliharaan tanaman dengan cara penyiraman, penyiangan, dan pemberantasan hama penyakit. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma pengganggu. Pengendalian hama dengan cara memasang jaring waring mengelilingi areal tanam untuk mencegah hewan pengganggu, sedangkan pengendalian penyakit dengan menggunakan insektisida.  4.   Panen dilakukan setelah kangkung berumur 30 hari setelah tanam, dengan mencabut tanaman kangkung beserta akarnya, lalu dibersihkan den-gan air. Parameter yang diamati Tanaman kangkung akan diamati pada umur 30-40 hari, dengan parameter yang diamati adalah : 1.    Analisa Laboratorium hasil pupuk cair kandun-gan (N,P,K,C,Ph) 2.   Berat Basah dan berat kering tanaman setelah panen  3    Analisis Data Data yang didapatkan dianalisis secara statistik den-gan menggunakan analisis sidik ragam. Analisis sidik ragam pengaruh perlakuan untuk rancangan acak kelompok. Tabel 2. Daftar analisis sidik ragam rancangan acak ke-lompok Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F Hitung F Tabel 5% 1% Kelompok Perlakuan Galat K  – 1=v1 t-1= V2 vt – v1 – v2=v3 JKK JKP JKG JKK/v1 JKP/V  2  JKG/V3 KTK/KTG KTP/KTG Total kt – 1= vt JKT Sumber: Kemas AH, 2010 Hasil uji nyata sidik ragam dihitung dengan mem-bandingkan F hitung dengan F tabel. Adapun krite-ria uji F hitung di tentukan sebagai berikut: 1.   Perlakuan berpengaruh nyata jika H 1  diterima pada taraf uji 5% 2.   Perlakuan berpengaruh sangat nyata jika H 1  dite-rima pada taraf uji 1% 3.   Perlakuan berpengaruh tidak nyata jika H 0  dite-rima pada taraf uji 5% 4   HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Air Limbah Cair Industri Tahu dan Kandungan Hara Sebelum dan Sete-lah dibuat Pupuk Cair Kualitas air limbah cair tahu dengan parameter pH, BOD dan COD diukur sebelum dibuat pupuk cair dan setelah dibuat pupuk cair, demikian juga den-gan kandungan hara dalam limbah cair diukur sebe-lum dan setelah dibuat pupuk cair. Hasil analisis kua-litas air limbah cair industri tahu dengan parameter pH, BOD, COD dan Kandungan Hara dengan pa-rameter C-organik, N-Total, P-Total, K-Total, NO 3  dan PO  4  sebelum dan setelah dibuat pupuk cair da-pat dilihat pada Tabel 3.1 berikut. Tabel 3. Kualitas air limbah cair industri tahu dan kan-dungan hara sebelum dan setelah dibuat pupuk cair Parameter  Analisis Satuan Hasil Baku mutu Pupuk Cair Sebelum Setelah pH   BOD   COD C-Organik    N-Total   P-Total   K-Total   NO 3   PO  4   ppm ppm % % % % ppm ppm 3,34 59,60 836,00 0,400 0,476 0,007 0,019 2,52 154,40 3,34 58,80 820,60 0,418 0,492 0,008 0,048 2,740 156,70  4 –  8 75 * 250* > 4 < 2 < 2 < 2 Keterangan: Baku mutu pupuk cair Permentan Nomor: 28//SR.130/B/2009 * Baku mutu air limbah cair kegiatan industri Peraturan Gubenur Sumatera selatan no 6 Tahun 2012 Pada Tabel 3. dapat dilihat pH air limbah sebe-lum dan setelah dibuat pupuk cair cendrung asam  yaitu 3,34, berada dibawah baku mutu yang men-ginginkan pH 4-8. Rendahnya nilai pH kemungkinan disebabkan proses penguraian bahan organik kare-na adanya aktivitas bakteri asam laktat, asam asetat, asam pirenat dan asam asam organik dari pengu-raian karbohidrat, protein dan lemak (Suriawiria, 2003). Pada Tabel 2 dapat dilihat Kadar BOD air limbah indutri tahu di daerah Prabumulih 59,60 ppm sete-lah diolah menjadi pupuk organik cair turun menja-di 58,80. Kadar BOD alir limbah industri tahu di da-rah prabumulih masih dibawah baku mutu Baku mutu air limbah cair kegiatan industri Peraturan Gu-benur Sumatera selatan no 6 Tahun 2012. Kadar COD air limbah industri tahu adalah 836 ppm dan setelah dioleh menjadi pupuk cair turun menjadi 820,60 ppm, kadar ini diatas baku Baku mutu air limbah cair kegiatan industri Peraturan Gubenur Sumatera selatan no 6 Tahun 2012.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks