SOP KEHAMILAN NORMAL.docx

Publish in

Documents

262 views

Please download to get full document.

View again

of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
KEHAMILAN NORMAL SOP No. Dokumen : No. Revisi : TanggalTerbit : Halaman : 1/11 UPTD Puskesmas Kepala UPTD Puskesmas UPTD FATMAWATI. SKM NIP. 19820619 200312 2
Transcript
    KEHAMILAN NORMAL SOP No. Dokumen No. Revisi TanggalTerbit Halaman : : : : 1/11 UPTD Puskesmas UPTD KESEHATAN PASANGKAYU  Kepala UPTD Puskesmas FATMAWATI. SKM   NIP.   19820619 200312 2 003   1. Pengertian Ibu hamil apabila memenuhi kriteria dibawah ini: 1. Keadaan umum baik 2. Tekanan darah<140/90 mmHg 3. Pertambahan berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg perbulan) atau sesuai Indeks Masa Tubuh (IMT) ibu 4. Edema hanya pada ekstremitas 5. BJJ =120-160 x/menit 6. Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia 18 -20 minggu hingga melahirkan 7. Ukuran uterus sesuai umur kehamilan 8. Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal 9. Tidak ada riwayat kelainan obstetrik. 2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan tatalaksana kehamilan normal 3. Kebijakan 4. Referensi Panduan Praktek Klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. 5. Alat : 1. Spygnomanometer 2. Stetoskop 3. Jam  4. Termometer 5. Alat ukur tinggi badan dan berat badan 6. Meteran 7. Laenec atau Doppler 8. Tempat tidur periksa 9. Buku catatan pemeriksaan 10. Buku pegangan ibu hamil 6. Langkah-langkah 1. Dokter melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan nama, tanggal lahir, alamat pasien(minimal dua data) dan mencocokan data dengan rekam medis 2. Dokter melakukan anamnesa dengan menanyakan keluhan : a) Haid yang terhenti b) Mual dan muntah pada pagi hari c) Ngidam d) Sering buang air kecil e) Pengerasan dan pembesaran payudara f) Puting susu lebih hitam 3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik Periksa tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, frekuensi nafas), ukur berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan atas (LLA), pemeriksaan kepala, dada, payudara, ekstremitas dan dilakukan pemeriksaan obstetrik pada setiap kedatangan   Pemeriksaan obstetrik : i. Abdomen: a. Observasi adanya bekas operasi. b. Mengukur tinggi fundus uteri. c. Melakukan palpasi dengan manuever Leopold I-IV. d. Mendengarkan bunyi jantung janin (120-160x/menit). ii. Vulva/vagina  a. Observasi varises,kondilomata, edema, haemorhoid atau abnormalitas lainnya. b. Pemeriksaan vaginal toucher  : memperhatikan tanda-tanda tumor. c. Pemeriksaan inspekulo untuk memeriksa serviks,tanda-tanda infeksi, ada/tidaknya cairan keluar dari osteum uteri. 4. Dokter meminta pemeriksaan penunjang a) Tes kehamilan menunjukkan HCG (+) b) Pemeriksaan darah: Golongan darah ABO dan Rhesus pada trimester 1, Hb dilakukan pada trimester 1 dan 3, kecuali bila tampak adanya tanda-tanda anemia berat. c) Pemeriksaan lain: kadar glukosa darah dan protein urin sesuai indikasi. d) Pada ibu hamil dengan faktor risiko, dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan: BTA, TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalo virus, herpes and others), sifilis, malaria danHIV dilakukan pada trimester 1 terutama untuk daerah endemik untuk skrining faktor risiko. e) USG sesuai indikasi. 5. Dokter menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 6. Dokter memberikan penatalaksanaan : a) Non Medikamentosa   Memberikan jadwal pemeriksaan berkala kepada calon ibu selama masa kehamilan Kunjungan pada pemeriksaan antenatal Trimester Jumlah Waktu kunjungan yang dianjurkan Kunjungan Minimal  I 1 x Sebelum minggu ke 16 II 1 x Antara minggu ke 24  – 28 III 2 x Antara minggu ke 30 -32  Antara minggu ke 36  – 38   Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, kala nifas dan laktasi.   Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai: sakit kepala lebih dari biasa, perdarahan per vaginam, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah/tangan, nyeri abdomen (epigastrium), mual dan muntah berlebihan, demam, janin tidak bergerak sebanyak biasanya.   Program KB terutama penggunaan kontrasepsi pascasalin.   Peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori/hari dari menu seimbang. Contoh: nasi tim dari 4 sendok makan beras, ½ pasang hati ayam, 1 potong tahu, wortel parut, bayam, 1 sendok teh minyak goreng, dan 400 ml air.   Latihan fisik normal tidak berlebihan, istirahat jika lelah.   Ajarkan metoda mudah untuk menghitung gerakan janin dalam 12 jam, misalnya dengan menggunakan karet gelang 10 buah pada pagi hari pukul 08.00 yang dilepaskan satu per satu saat ada gerakan janin. Bila pada pukul 20.00, karet gelang habis, maka gerakan  janin baik. b) Medikamentosa o  Memberikan zat besi dan asam folat (besi 60 mg/hari dan
Related Search

Previous Document

MAIISemPolSc

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks