Step 7

Publish in

Documents

84 views

Please download to get full document.

View again

of 24
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
cdskmcklm
Transcript
  1.   Fisiologi dari sistem enterohepatik ? A.   HEPAR Fungsi utama hati adalah membentuk dan mengekskresi empedu; saluran empedu mengangkut empedu sedangkan kandungan empedu menyimpan dan mengeluarkan empedu ke dalam usus halus sesuai kebutuhan. Hati menyekresi sekitar 500 hingga 1000 ml empedu kuning setiap hari. Unsure utama empedu adalah air (97 %), elektrolit, garam empedu, fosfolipid (terutama lesitin), kolesterol, garam anorganik, dan pigmen empedu (terutama bilirubin terkonjugasi).(1) Hati mempunyai banyak fungsi hati yang penting yaitu mengatur metabolism tubuh, sintesis protein dan molekul-molekul lain, penyimpanan vitamin dan zat besi, menurunkan hormone, dan berfungsi dalam iniktivasi serta ekskresi obat-obat maupun toksin.(7) ã Fungsi Penyimpanan Hati  Karena hati merupakan suatu organ yang dapat diperluas, sejumlah besar darah dapat disimpan dalam pembuluh darah hati. Volume darah normal hati, meliputi yang di dalam vena hati dan yang di dalam jaringan hati, adalah 450 milimeter, atau hamper 10% dari total volume darah tubuh. Bila tekanan tinggi dalam atrium kanan menyebabkan tekan balik do dalam hati, hati meluas dan oleh karena itu 0,5 sampai 1 liter carangan darah kadang-kadang disimpan dalam vena hepatica dan sinus hepatica. Kejadian ini terjadi terutama pada gagal jantung disertai dengan kongesti  perifer. Jadi, sebenarnya hati adalah suatu organ yang besar, dapat meluas, dan organ venosa yang mampu bekerja sebagai suatu tempat penampungan darah yang bermakna disaat volume darah berlebihan dan mampu mensuplai darah ekstra di saat kekurangan volume darah. ã Fungsi Metabolik Hati  Metabolisme karbohidrat. Hati dan otot rangka merupakan dua tempat yang besar untuk penyimpanan glikogen dalam tubuh. Saat jumlah glukosa dalam darah meninggi, sebagian akan dikonversi menjadi glikogen kemudian disimpan dalam hati. Apabila glukosa dalam darah rendah, maka glikogen yang ada dalam hati akan dipecah kembali menjadi glukosa (glikogenolysis), kemudian glukosa tersebut dilepaskan dalam darah. Dengan begitu hati dapat memelihara jumlah glukosa dalam darah agar tetap dalam batas normal. Hati juga mempunyai fungsi dalam gluconeogenesis, mengubah asam amino, lemak, karbohidrat sederhana menjadi glukosa. Metabolism karbohidrat pada hati diatur oleh beberapa hormone.(8) Metabolism lemak, walaupun beberapa metabolism dapat terjadi di semua sel tubuh, aspek metabolisme lemak tertentu terutama terjadi di hati. Beberapa fungsi spesifik hati dalam metabolism lemak yaitu: (1) kecepatan oksidasi beta asam lemak yang sangat cepat untuk mensuplai energy bagi fungsi tubuh yang lain, (2) pembentukan sebagian besar lipoprotein, (3) pembentukan sejumlah besar kolesterol dan fosfolipid, dan (4) mengubah sejumlah besar karbohidrat dan protein menjadi lemak.(6) Untuk memperoleh energi dari lemak netral, lemak pertama-tama dipecah menjadi gliserol dan asam lemak; kemudian asam lemak dipecah oleh oksidasi beta menjadi  radikal asetil berkarbon 2 kemudian yang membentuk asetil koenzim A (Asetil-KoA). Asetil-KoA kemudian dapat memasuki siklus asam sitrat dan dioksidasi untuk mmbebaskan sejumlah energy yang sangsat besar. Oksidasi beta dapat terjadi disemu sel tubuh, namun terjadi dengan cepat di dalam sel hepar. Kira-kira 80% kolesterol yang disintesis di dalam hati diubah menjadi garam empedu, yang sebaliknya kemudian disekresikan kembali ke dalam empedu, sisanya diangkut dalam lipoprotein, dibawah oleh darah ke semu sel jaringan tubuh. Fosfolipid juga disintesis di hati terutama di transfor dalam lipoprotein. Keduanya, fosfolipid dan kolesterol, digunakan oleh sel untuk membentuk membrane, struktur intraselular, dan bermacam-macam turunan zat kimia yang penting untuk fungsi sel. Metabolism protein. Walaupun sebagian besar proses metabolism karbohidrat dan lemak terjadi dalam hati, tubuh mungkin dapat membuang berbagai fungsi hati ini dan masih selamat. Sebaliknya, tubuh tidak dapat membuang kerja hati pada metabolism protein lebih dari beberapa hari tanpa terjadi kematian. Fungsi hati yang  paling penting pada metabolism protein adalah (1) deaminasi asam amino, (2) membentukan aureum untuk mengeluarkan ammonia dari cairan tubuh, (3)  pembentukan protein plasma, dan (4) interkonversi di dalam asam amino yang  berbeda demikian juga dengan ikatan penting lainnya untuk proses metabolisme tubuh.(6) Berbagai Fungsi Metabolik Hati yang Lain  Penyimpanan Vitamin. Hepar mempunyai kecenderungan tertentu untuk menyimpan vitamin dan telah lama diketahui sebagai sumber vitamin tertentu yang baik untuk  pengobatan pasien. Vitamin tinggal yang paling banyak disimpan dalam hati adalah vitamin A, tetapi sejumlah besar vitamin D dan vitamin B12 juga disimpan secara normal. Jumlah vitamin A yang cukup dapat disimpan selama 10 bulan untuk mencegah kekurangan vitamin A. Vitamin D dalam jumlah yang cukup dapat disimpan untuk mencegah defisiensi selama 3 sampai 4 bulan dan vitamin B12 yang cukup dapat disimpan untuk bertahan paling sedikit setahun dan mungkin beberapa tahun. Hubungan antara Koagulasi Hati dan Koagulasi Darah. Hepar membentuk sebagian  besar zat-zat darah yang dipakai untuk proses koagulasi. Zat-zat tersebut adalah fibrinogen, protrombin, globulin akselerator, faktor VII, dan beberapa faktor koagulasi penting lain. Vitamin K dibutuhkan oleh proses metabolism hati, untuk membentuk protrombin dan vaktor VII, IX, dan XI. Bila tidak terdapat vitamin K, maka konsentrasi zat-zat ini akan turun sangat rendah dan keadaan ini mencegah koagulasi darah. Penyimpanan Besi. Kecuali besi dalam hemoglobin darah, sebagian besar besi di dalam tubuh biasanya disimpan dalam hati dalam bentuk feritin. Sel hati mengandung sejumlah besar protein yang disebut apoferitin, yang dapat bergabung dengan besi baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak. Oleh karena itu, bila besi  banyak tersedia dalam cairan tubuh, maka besi akan berikatan dengan aporefin membentuk feritin dan disimpan di dalam sel hati sampai diperlukan. Bila besi dalam sirkulasi cairan tubuh mencapai kadar yang rendah, maka feritin akan melepaskan besi.(6)  Pengeluaran atau Ekskresi Obat-obatan, Hormon, dan Zat Lain Oleh Hati. Medium kimia yang aktif dari hati dikenal kemampuannya dalam detoksikasi atau ekskresi  berbagai obat-obatan, meliputi sulfonamide, penisilin, ampisilin, dan eritromisin ke dalam empedu. Dengan cara yang sama, beberapa hormone yang disekresi oleh kelenjar endokrin diekskresi atau dihambat secara kimia oleh hati, meliputi tiroksin dan terutama semua hormone steroid, seperti estrogen, kortisol, dan aldosteron. Kerusakan ini seringkali dapat mengakibatkan penimbunan yang berlebihan dari satu atau lebih hormone ini di dalam cairan tubuh dan oleh karena itu dapat menyebabkan aktivitas berlebihan dari system hormone. Akhirnya salah satu dari  jalan utama untuk ekskresi kalsium dari tubuh adalah sekresi pertama oleh hati ke dalam empedu dan kemudian diangkut ke usus dan hilang dalam feses.(1,9) Fungsi Hepar  –   Detoksikasi Toksin, Obat; Penyimpanan Vitamin; Metabolisme Alkohol Fungsi Hati: 1. Sel Hepar (hepatosit) terdiri 60% massa hepar, bertanggung jawab untuk konjugasi bilirubin dan ekskresi kedalam saluran empedu 2. Hepar merupakan tempat aktivitas metabolic bagi karbohidrat, protein, dan lipid 3. Hepar mendetoksikasi banyak produk metabolic, obat, toksin sebelum diekskresikan ke dalam urin. Proses detoksikasi melibatkan perubahan kimia, dan atau konjugasi terutama dengan asam glukuronat, glisin atau sulfat. 4. Hepar menyimpan berbagai senyawa, termasuk besi, vitamin A, dan vitamin B   . 5. Sel-sel Kupffer mengambil bagian dalam semua aktivitas sistem retikulo endothelial (RES). Metabolisme Obat dan Toksin Obat dan toksin dimodifikasi oleh hati menjadi inaktif atau larut air dengan mengkonjugasikan dengan senyawa kimia lain sehingga bisa diekskresi melalui ginjal. Penanganan Alkohol oleh Hati Alkohol salah satu obat yang dimetabolisasi di hati. Metabolisme alkohol melalui 2  jaras. Jaras 1 terjadi di sitoplasma dan mitokondria hepatosit dengan menggunakan enzim dehidrogenase dan menghasikan produk akhir asetaldehid yang kemudian diubah menjadi asetat dan ion-ion. Jaras 2 atau jaras MEOS (Microsomal Ethanol Oxidizing Sistem) berlangsung di retikulum endoplasma dan terutama digunakan pada peminum alkohol berlebih yang lama. Jaras ini menghasilkan asetaldehid dan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel hati. Jaras MEOS ini bersifat merusak karena enzim sitokrom P-450 (enzim yang  berperan dalam transformasi toksin dan obat lain serta kelebihan vitamin larut lemak) diperlukan untuk menjalankan jaras ini. Konsumsi alkohol berlebih menyebabkan pemakaian enzim ini tidak dapat menjalankan peran lainnya, sehingga  peminum alkohol menjadi rentan terkena efek toksik, obat dan efek toksik sebagian vitamin.  Koenzim lain pada metabolisme alkohol adalah nikotinamid dinukleotida (NAD) (yang juga banyak digunakan pada metabolisme, termasuk siklus kreb untuk memetabolisasi zat-zst gizi, pembentukan ATP, dan glkoneogenesis). Tanpa NAD, dapat terjadi hipoglikemi dan penimbunan asam laktat. Hipoglikemi biasa terjadi  pada alkoholik yang kekurangan gizi dan penimbunan asam laktat dapat menyebabkan gout (peningkatan asam laktat mengurangi ekskresi asam urat oleh ginjal) Biotransformasi Hormon  Hati memodifikasi atau membuat banyak hormon menjadi tidak aktif. Hormon steroid (kortisol, estrogen, progesteron, testosteron, dan aldosteron) diolah hati menjadi larut air sehingga lebih mudah diekskresikan (apabila menumpuk, bisa tertimbun dalam tubuh terutama jaringan lemak). Insulin, glukagon, ADH dibuat tidak aktif atau dideaminasi oleh protease hati, tiroksin di iodinasi atau diinaktivasi Penyimpanan Vitamin dan Mineral Hati mampu menyimpan vitamin larut lemak (A, D, E, K), B ₁₂ ., dan D; dan mineral (tembaga, besi). Besi disimpan oleh hati dalam bentuk feritin. Vitamin dan besi disalurkan ke tubuh apabila kadar zat-zat tersebut turun. Penyimpanan Darah di Hati  Hati adalah organ penyimpan darah. Terutama pada sinusoid hati, sebagai depot darah. Apabila volume darah berkurang, hati dapat membebaskandarah ke sirkulasi dan sebaliknya. Pembentukan Protein Plasma  Hati juga berperan dalam sitensis protein plasma, termasuk albumin. Konsentrasi albumin dalam plasma sebagai penentu utama tekanan osmotik koloid plasma, menyebabkan reabsorpsi cairan dari interstisium kembali ke kapiler. Apabila terdapat kerusakan hati menyebabkan tekanan osmotik plama dalam kapiler rendah menyebabkan gagalnya reabsorbsi cairan ke kapiler sehingga terjadi bengkak dan edema interstisial. Pembentukan Faktor Koagulasi  Secara hematologis, hati berfungsi membentuk beberapa faktor koagulasi Fungsi Imunologis  Kapiler-kapiler di hati disebut sinusoid. Aliran darah di sinusoid adalah campuran darah vena dari vena porta dan darah erteri dari arteri hepatika. Sinusoid dilapisi sel-sel makrofag fagositik yang disebut sel kupffer yang berfungis sebagai sistem imun (menyingkirkan bakteri, sel mati, dan benda asing lainnya yang berasal dari darah, terutama darah porta). B.   VESICA FELLEA 1.   Menyimpan cairan empedu 2.   Memekatkan cairan empedu(membuang limbah2 tertentu, contohnya kolesterol, sisa pemecahan SDM yg nnti berubah jdi billirubin) 3.   Pemekatannya d lakukan dg cara absobsi air dan elektrolit  pemekatannya awalnya terjadi transport aktif melewati epitel kantung empedu, kemudian di ikuti oleh absobsi sekunder, ion klorida, air dan zat2 lainnya.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks