Tens

Publish in

Documents

5 views

Please download to get full document.

View again

of 22
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) & Nyeri Persalinan Monday, 20 February 2012 13:04 - Last Updated Monday, 20 February 2012 13:05 Nyeri pada proses persalinan merupakan keadaan yang sangat dikhawatirkan pada ibu yang akan menghadapi persalinan. Lebih dari 90% wanita mengalami nyeri persalinan yang cukup berat. Defenisi nyeri menurut International Association of The Study of Pain adalah suatu pengalaman sensorial dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan ja
Transcript
  TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) & Nyeri Persalinan Monday, 20 February 2012 13:04 - Last Updated Monday, 20 February 2012 13:05  Nyeri  pada proses persalinan merupakan keadaan yang sangat dikhawatirkan pada ibu yang akan menghadapi persalinan. Lebih dari 90% wanita mengalami nyeri  persalinan yang cukup berat. Defenisi nyeri menurut International Association of The Study of Pain adalah suatu pengalaman sensorial dan emosional yang tidak  menyenangkan akibat adanya kerusakan  jaringan yang nyata atau  berpotensi rusak  atau   tergambarkan seperti itu.  Nyeri  persalinan merupakan proses fisiologis dengan intensitas yang  berbeda-beda padamasing-masing individu. Umumnya dipengaruhi oleh keadaan sosial dan kultural, nullipara, drip oksitosin, ibu yang  berusia muda,  berat    badan ibu dan janin yang meningkat. Perubahan fisiologis yang ditimbulkan oleh nyeri  persalinan hebat merupakan respon tubuh terhadap stres yang bersifat fisik  sehingga terjadi  pengeluaran beberapa hormon tubuh sepertihormon   adrenokortikotropik  (ACTH), kortisol, katekolamin dan β-endorpin. Perubahan fisiologisyang terjadi dapat berupa   hiperventilasi, kenaikan curah jantung, kenaikan tekanan darah,meningkatnya metaboisme, meningkatnya   konsumsi oksigen dan  penurunan motilitas salurancerna. Disamping itu nyeri  persalinan yang hebat dapat juga   menyebabkan terjadinya stresemosional  jangka  panjang pada ibu.Selama persalinan, ibu hamil diharapkan dapat melalui  proses persalinan dengan nyaman tanpa menimbulkan cacat emosional. Oleh karena itu diperlukan suatu penatalaksanaan nyeri  persalinan yang efektif. Penatalaksanaan nyeri  persalinan dapat dilaksanakan  baik  secara farmakologi maupun non farmakologi. Metode farmakologi dilakukan dengan menggunakan nitrousoksida, pethidin, morphine, anestesi epidural,anestesi spinal,  blokade saraf dan anestesi umum.Metode nonfarmakologi dilakukan dengan relaksasi dan pijat ( massage ), akupuncture, hipnotis, aromaterapi dan TENS ( Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation ). 1 / 22  TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) & Nyeri Persalinan Monday, 20 February 2012 13:04 - Last Updated Monday, 20 February 2012 13:05 Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) merupakan salah satu teknik  analgesik  non-invasif yang sekarang telah digunakan secara luas di  berbagai tempat  praktek ahli fisioterapi,  perawat dan bidan. Teknik ini dapat dilakukan di klinik oleh  profesional medis atau dapat dilakukan di rumah oleh si  pasien   yang telah membeli  peralatan TENS. Indikasi utama TENS adalah untuk  manajemen nyeri akut dan nyeri kronik    non-keganasan. Tetapi, TENS juga digunakan sebagai terapi paliatif untuk  mengurangi rasa nyeri yang   disebabkan oleh  penyakit tulang metastase dan neoplasma. Untuk   pengobatan, TENS merupakan elektroterapi yang paling luas  penggunaannya dalam meredakan rasa nyeri. Metode ini menjadi populer  karena tidak invasif, mudah untuk dilakukandan memiliki efek    samping yang minimal atau interaksi obat. Karena tidak ada kemungkinan untuk terjadi overdosis atau   keracunan, pasien dapat melakukan TENS secara mandiri dan mengatur  sendiri dosis yang mereka perlukan. Efek  TENS dapat segera dirasakan,  jadi cara ini efektif untuk  mengurangi rasa nyeri dengan segera. TENS merupakan salah satu pilihan analgesia non farmakologi yang mulai dipopulerkan  penggunaannya dalam mengatasi nyeri  persalinan. Penelitian yang dilakukan oleh Kaplan B dkk  membuktikan   keefektifan TENS sebagai analgesia pada nyeri  persalinan. Sekitar 72% nulliparadan 69% multipara dari sampel yang diteliti menyatakan TENS efektif untuk  menghilangkan nyeri selama persalinan tanpa efek  samping pada ibu dan janin. Disamping itu TENS secara signifikan dapat mengurangi durasi kala I  persalinan pada nullipara dan multipara dan mengurangi  penggunaan obat-obatan analgesia. Persarafan Rahim dan Jalan Lahir  Serat saraf  sensoris viseral dari uterus, servik dan vagina atas melintang melalui ganglion Frankenhauser  yang terletak  disebelah lateral servik ke  pleksus  pelvikus dan kemudian ke  pleksus-pleksus   hipogastrikus media dan superior. Dari sana serat-serat berjalan pada rantaisimpatik lumbal dan torakal  bawah untuk  masuk  ke medula spinalis melalui rami komunikantes alba yang  berhubungan dengan nervus thorasikus 10,11 dan 12. Serat saraf motorik  uterus meninggalkan medula spinalis setinggi vertebrae thorakal 7 dan 8 sehingga secara teori setiap metode  blok  sensoris yang tidak memblok jaras motorik ke uterusdapat digunakan untuk  analgesia selama persalinan. 2 / 22  TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) & Nyeri Persalinan Monday, 20 February 2012 13:04 - Last Updated Monday, 20 February 2012 13:05 Sensasi nyeri akibat dilatasi servik dan kontraksi rahim dihantarkan oleh saraf  sensoris  berukuran kecil dari  pleksus paraservilkal dan  pleksus hipogastrikus inferior yang  bersatu dengan  pleksus saraf  simpatis setinggi L 2   -L 3 . Meskipun kotraksi uterus yang menyebabkan nyeri terus  berlangsung pada kala II, kebanyakan rasa nyeri  berasal dari regangan traktus genitalis  bagian bawah (jalan lahir). Rangsangan nyeridari traktus genitalis  bagian bawah ini dihantarkan terutama melalui nervus pudendus, cabang-cabang  perifer yang mempersarafi perineum, anus, bagian-bagian vulva dan klitoris.  Nervus    pudendus berjalan melintasi  permukaan posterior ligamentum sakrospinosum tepat  pada saat ligamentum   tersebut melekat ke spina iskiadika. Serat saraf  sensoris nervus pudendus berasal dari cabang-cabang ventral   nervus sakralis 2, 3 dan 4 Mekanisme  Nyeri Persalinan Rasa nyeri merupakan salah satu mekanisme pertahanan alami dari tubuh manusia, yaitu suatu  peringatan akan adanya bahaya.  Nyeri dapat digolongkan dalam dua macam yaitu nyerifisiologik  (nyeri   nosiseptif) yang  berlangsung singkat dan nyeri  patofisiologis (nyeri klinik) yang  berlangsung lama. Pada nyeri fisiologik, terjadi stimulus yang mengaktifkan nosiseptor  dan meneruskannya melalui  beberapa relay sampai mencapai otak. Stimulus intensitas rendah, non-noxious stimulus,mengaktifasi reseptor low-threshold dan direlay melaui serabut saraf A-beta ke dorsal horn medula sinalis. Stimulus dengan   intensitas tinggi dihantarkan ke dorsal horn melalui serabuthigh-threshold , serabut saraf A-delta bermyelin tipis danserabut C sensoris tidak   bermyelin.  Nyeri fisiologik  merupakan   komponen normal sebagai mekanisme pertahanan tubuh, melalui reflek spinal agar  dapat menghindarkan tubuh dari kerusakan yang lebih  berbahaya  Nyeri patofisiologik atau nyeri klinik, ditimbulkan oleh faktor-faktor yang  berbeda dengan nyeri fisiologik. Inflamasi dan cedera saraf perifer atau sentral, menimbulkan perubahan prosessensoris  pada   tingkat perifer dan sentral sehingga menghasilkan sensitisasi gabungan.Biasanya ada tiga jenis yaitu nyeri   spontan (dull, burning, stabbing), nyeri  berlebihan dalam merespon stimulus supra threshold disebut   hiperalgesia, nyeri yang ditimbulkan oleh stimulus subthreshold atau intensitas rendah disebut allodynia.   Keadaan abnormal terjadi  pada sistem 3 / 22  TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) & Nyeri Persalinan Monday, 20 February 2012 13:04 - Last Updated Monday, 20 February 2012 13:05 saraf perifer dan sentral, dimana stimulus intensitas rendah menimbulkan nyeri melalui serabut A-delta dan C, demikian juga A-beta, nyeri patofisiologik ini menyebar  ke tempat yang tidak rusak  dan seringkali stimulus  berlangsung lama.Pada kehamilan rasa nyeri memberitahukan pada ibu  bahwa dirinya telah memasuki fase  persalinan dan dapat  juga mengindikasikan masalah yang terjadi  pada ibu (ruptura uteri, solutio  plasenta).   Sensasi nyeri yang timbul  pada proses persalinan merupakan nyeri yang paling kuatyang dialami manusia dengan   intensitas yang  berbeda untuk  masing-masing individu. Intensitas nyeri dipengaruhi oleh keadaan sosial dan   kultural ibu dan  paritas ibu. Primipara akan mengalami nyeri yang lebih kuat  pada tahap awal  persalinan,   sedangkan    pada multipara rasa nyeri akan lebihmenonjol  pada kala II.Ada tiga jenis utama nyeri  pada persalinan : emosional, fungsional dan fisiologis. 1. Sumber nyeri yang  berasal dari endokrin  berupa rasa takut, ketidaktahuan dan rendahnya  pendidikan. 2. Sumber nyeri yang bersifat fungsional berupa dilatasi servik, kontraksi rahim,  penurunan kepala dan  peregangan perineum. 3. Sumber nyeri yang bersifat fisiologis merupakan keadaan-keadaan yang  berubah dari yang seharusnya. Rasa nyeri  pada persalinan disebabkan oleh anoksia miometrium,  peregangan servik, tarikan  pada tuba, ovarium dan ligaman-ligamen penyangga uterus, penekanan pada uretra, kandung kemih dan   rektum,   distensi otot-otot dasar panggul dan  perineum.  Nyeri  pada persalinan kala I Selama persalinan kala I, nyeri  berasal dari kontraksi uterus & adneksa dan merupakan nyeri viseral. Nyeri yang timbul tidak  dapat ditentukan dengan tepat lokasinya dan nyeri dapat  pula dirasakan oleh   organ lain yang bukan merupakan asal nyeri, disebut sebagai nyeri alih ( referred pain ). 4 / 22
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks