TEZHA.docx

Publish in

Documents

24 views

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
LAPORAN HUKUM KEPENDUDUKAN DAN KEIMIGRASIAN KEARIFAN LOKAL “LILIFUK” DI DESA KUANHEUN, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG Oleh : TEZA WILLIAM ROHI 1502010068 EBU KOSMAS SH. M.Hum. KELAS B FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NUSA CENDANA 2016 KEARIFAN LOKAL “LILIFUK” DI DESA KUANHEUN, KECAMATAN
Transcript
  LAPORAN HUKUM KEPENDUDUKAN DAN KEIMIGRASIAN KEARIFAN LOKAL “LILIFUK” DI DESA KUANHEUN, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG Oleh : TEZA WILLIAM ROHI 1502010068 EBU KOSMAS SH. M.Hum. KELAS B FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NUSA CENDANA 2016  KEARIFAN LOKAL “LILIFUK” DI DESA KUANHEUN, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG Kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut sudah terbukti dapat menjamin keberlangsungan sumberdaya tersebut. Hal ini perlu diperhatikan untuk memperkuat ataupun mengembalikan budaya yang sudah tidak dilaksanakan. Upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kearifan lokal untuk sumberdaya pesisir dan laut perlu dilakukan, yaitu memperkuat kelembagaan masyarakat lokal, peningkatan apresiasi budaya lokal dan menggali substansi kearifan lokal yang mulai memudar. TNP Laut Sawu memiliki banyak kearifan lokal yang mendukung pengelolaan kawasan konservasi, seperti budaya Lilifuk di Kabupaten kupang. Lilifuk    merupakan suatu upaya masyarakat untuk mendukung konservasi  pesisir dan laut yang terdiri dari penagkapan ikan dengan alat dan cara ramah lingkungan. Kearifan lokal pengelolaan Lilifuk bermjla pada kebiasaan masyarakat yang mencadangkan suatu area tertentu pada wilayah perairan desa yang hanya mengijinkan operasi penangkapan ikan 2 (dua) kali dalam satu tahun. Lilifuk    adalah suatu kolam besar yang dipenuhi dengan rumput halus yang menjadi pusat atau penuh dengan ikan lada dan ikan dusung yang berada di tepi laut. Apabila air laut surut, maka kolam besar ini akan tampak dengan kedalam maksimum 5 meter dengan luas 20.000 m2. Lilifuk     berada didalam penguasaan suku Baineo penduduk kampung RT 14 Taunesi Desa Kuanheun. Lilifuk atau dengan kata lain menurut istilah Lokal Masyarakat Desa Kuanheun yakni Nifu adalah ; Daerah cekung pada permukaan dasar perairan Pantai yang menyebabkan adanya genangan air laut pada saat surut tertinggi . Kondisi tergenangnya air laut pada saat surut ini menyerupai Kolam besar diLaut. Dalam Peraturan Desa ini, terdapat 7 larangan yang disertai dengan 12 sanksi bagi setiap pelanggar. Larangan dalam  peraturan desa ini, antara lain setiap orang dilarang menggunakan alat tangkap yang merusak  biota laut, dilarang menangkap ikan di zona kearifan lokal (Lilifuk) sebelum waktunya, dilarang merusak, mengambil penyu, dan terumbu karang, dilarang melakukan pencurian, termasuk pasir dan batu laut, dilarang dilakukan pencemaran laut, serta dilarang merusak tempat pengeringan garam. Sanksi bagi pelanggar yang terbukti melakukan kegiatan yang dilarang oleh Perdes yaitu sanksi adat, misalnya setiap orang yang menggunakan pukat garu dalam Lilifuk dikenai sanksi adat berupa denda Rp 1 juta dan beras 100 kg, setiap orang yang menggunakan sorok lingkar dikenakan sanksi Rp 500.000. Juga ada sanksi bagi setiap orang yang melakukan penangkapan ikan dengan bubu,enangkap penyu, penggunaan bom dan racun ikan, merusak terumbu karang,  pencurian ikan di zona kearifan lokal, pencemaran perairan dan pengrusakan tempat pengeringan garam.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks