365071363 Referat Jiwa Somatoform

Publish in

Documents

5 views

Please download to get full document.

View again

of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
abc
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN Gangguan somatoform adalah kelompok gangguan kejiwaan di mana pasien datang dengan segudang gejala fisik signifikan tapi secara klinis yang tidak dapat dijelaskan. Diantaranya termasuk gangguan somatisasi, gangguan somatoform tidak berdiferensiasi, hypochondriasis, gangguan konversi, gangguan rasa sakit, gangguan dismorfik tubuh, dan gangguan somatoform yang tidak ditentukan. Kelainan ini sering menimbulkan tekanan emosional yang signifikan untuk pasien dan merupakan tantangan bagi keluarga. Gangguan somatoform ditandai dengan gejala fisik yang menunjukkan adanya kelainan fisik tapi tidak ada penyebab organik yang dapat dibuktikan atau diketahui secara fisiologis. Mekanisme gejalanya tidak secara sukarela atau dalam keadaan sadar. Pasien dengan gangguan ini membuat permintaan medis terus-menerus meski semua temuan negatif dan penyedia layanan kesehatan berulang kali menentukan tidak ada dasar fisik untuk gejalanya. Untuk didiagnosis dengan SSD (Somatic Symptom Disorder), individu harus tetap gejala biasanya paling tidak selama 6 bulan. Gangguan somatoform ditandai dengan beberapa gejala fisik seperti gangguan sistem kardiovaskular, gastrointestinal, pernafasan dan urogenital. Keluhan berdasarkan tanda rangsangan otonom yang obyektif, seperti palpitasi, berkeringat, kemerahan, tremor, dan ekspresi ketakutan. Gangguan otonom pada somatoform ini dapat dikaitkan dengan efek fisiologis senyawa noradrenergik endogen seperti takikardia atau hipermotilitas gaster. Pendekatan untuk tatalaksana gangguan somatoform harus bersifat realistis dan  berfokus pada care dan bukan cure. Farmakoterapi yang dapat menolong adalah golongan antidepresan trisiklik dan SSRI. Golongan analgetik, sedatif, dan anticemas tidak bermanfaat  bahkan dapat menimbulkan ketergantungan dan memperparah gejala.  2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.   Definisi Gangguan somatoform ditandai dengan gejala fisik yang menunjukkan adanya kelainan fisik tapi tidak ada penyebab organik yang dapat dibuktikan atau diketahui mekanismenya secara fisiologis. Gejala terjadi tidak di bawah sukarela atau kesadaran dan pasien tidak malingering. Pasien dengan gangguan ini membuat  permintaan medis terus-menerus meski semua temuan negatif dan penyedia layanan kesehatan berulang kali menentukan tidak ada dasar fisik untuk gejalanya. (Yeung A, 2002) 2.   Epidemiologi Gejala somatic dan gangguan somatoform sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki dengan rasio 5:1. Penelitian menunjukan pada masa pra  pubertas perbandingan antara laki-laki dan perempuan sama. Pada post pubertas atau remaja, wanita yang lebih sering muncul gejala somatoform, sedangkan pada laki-laki menurun selama masa itu. Pada anak-anak sekitar 1.3 sampai 5% mengelukan gejala somatik. Pada populasi secara garis besar, keluhan somatic ditemukan sekitar 11% pada wanita dan 4% pada laki-laki. (Mohapatra S, 2014)  Nyeri dan keluhan yang tidak jelas biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja awal. Gejala abdominal meningkat frekuensinya pada tiga sampai 5 tahun terakhir dan meningkat pada masa remaja. Keluhan nyeri kepala biasanya sedikit pada pra sekolah dibandingkandengan anak yang lebih dewasa dan remaja. Pada wanita, kelhan nyeri rata-rata terjadi pada usia 11-19 tahun, sedangkan pada laki-laki dibawah 13 tahun. (Mohapatra S, 2014) 3.   Etiologi a.   Gangguan somatisasi 1.   Faktor psikososial Penyebab gangguan somatisasi tidak diketahui. Secara psikososial, gejala-gejala gangguan ini merupakan bentuk komunikasi social yang  bertujuan untuk menghindari kewajiban, mengekspresikan emosi, atau menyimbolkan perasaan. Aspek pembelajaran (learning behavior)  3 menekankan bahwa pengajaran dari orangtua, contoh orangtua dan budaya mengajarkan pada anak untuk menggunakan somatisasi. Faktor social, kultur, dan etnik juga ikut terlibat dalam pengembangan gejala-gejala somatisasi. (Mangindaan L, 2010) 2.   Faktor biologis Data genetic mengindikasikan adanya transmisi genetic pada gangguan somatisasi. Teradi pada 10-20% wanita turunan pertama, sedangkan pada saudara laki-lakinya cenderung menjadi penyalahguna zat dan gangguan kepribadian antisosial. Pada kembar monozigot terjadi 29% dan dizigot 10%. (Mangindaan L, 2010)  b.   Gangguan konversi 1.   Faktor psikodinamis Menurut teori psikoanalitik, gangguan konversi disebabkan oleh represi konflik-konflik intrapsikis yang tak disadari dan konversi dari kecemasan ke dalam gejala fisik. Konflik antara dorongan insink melawan larangan untuk mengekspresikan hal tersebut. Pasien dapat kesempatan mengekspresikan sebagian dorongan atau hasrat terlarang tsb lewat gejala-gejala yang muncul namun tersamar, sehingga secara sadar pasien dapat menghindar dari konfrontasi terhadap impuls terlarangnya. Jadi, gejala pada konversi memiliki hubungan simbolik dengan konflik yang tak disadari. (Mangindaan L, 2010) 2.   Teori pembelajaran Menurut conditioned learning theory , gejala konversi dapat dilihat sebagai pelaku yang dipelajari secara klasik conditioning. Gejala-gejala  penyakit yang dipelajari sebagai coping  , dalam situasi yang tak disukainya. (Mangindaan L, 2010) 3.   Faktor biologis Pemeriksaan pencitraan otak menunjukan adanya hipometabolisme di daerah hemisfer dminan dan hipermetabolisme di hemisfer non dominan yang berdampak pada terganggunya komunikasi antar hemisfer sehingga menimbulkan gejala monversi. Gejala tersebut disebabkan karena area kortikal terangsang berlebihan sehingga menimbulkan umpan balik negative antar korteks serebri dan formasi reticular batang otak. Sebaliknya output   kortikofugal yang meningkat akan mengahambat kesadaran pasien akan  4 sensai tubuh =, yang menjelaskan mengapa pada pasien konversi terdapat deficit neurologis. (Mangindaan L, 2010) c.   Hipokondriasis Pasien dengan hipokondriasis memiliki skema kognitif yang salah. Mereka salah mengiterpretasikan sensasi fisik. Hipokondriasis juga dipandang dari sudut model pembelajaran. Teori lain memandang hipokondriasis sebagai  bentuk varian mental lainnya, yang tersering adalah depresi dan cemas. (Mangindaan L, 2010) d.    Body dismorphic disorder Penyebab body dismorphic disorder tidak diketahui. Gangguan ini  banuak berkomorbiditas dengan depresi. Pada beberapa pasienn dilaporkan  berespon baik terhadap obat-obatan yang berkerja pada serotonin, hal ini menunjukan bahwa patofisiologi gangguan ini kemungkinan melibatkan serotonin dan berkaitan dengan gangguan mental lainnya. (Mangindaan L, 2010) Menurut model psikodinamik, gangguan ini mencerminkan pemindahan konflik seksual atau emosional kepada bagian tubuh lainnya yang tak terkait. Asosiasi ini terjadi melalui mekanisme defense represi, disosiasi, distorsi, simbolisasi dan proyeksi. (Mangindaan L, 2010)   e.   Gangguan nyeri 1.   Faktor perilaku Perilaku nyeri diperkuat apabila dihargai dan dihambat apabila diabaikan atau diberi hukuman. 2.   Faktor interpersonal  Nyeri yang sulit diobati telah diketahui sebagai sarana untuk memanipulasi dan memperoleh keuntungan dalam hubungan interpersonal. Keuntungan sekunder merupakan hal terpenting dari pasien dengan gangguan nyeri. 3.   Faktor biologis Korteks serebral dapat menghambat tersulutnya serabut aferen nyeri. Serotonin mungkin merupakan neurotransmitter utama dalam penghambatan dan endorphin berperan dalam memodulasi susunan saraf pusat untuk nyeri. Deficit endorphin berhubungan dengan peningkatan stimulus sensorik yang datang (Mangindaan L, 2010).

Previous Document

Reconciliation Framework

Related Documents
Referat Jiwa Kel 3
Sep 20, 2017

Referat Jiwa Kel 3

08065. referat jiwa
Sep 23, 2017

08065. referat jiwa

referat jiwa.docx
Sep 24, 2017

referat jiwa.docx

Referat jiwa
Sep 25, 2017

Referat jiwa

Referat Jiwa Done
Sep 25, 2017

Referat Jiwa Done

Ppt Referat Jiwa
Oct 5, 2017

Ppt Referat Jiwa

Referat Jiwa
Oct 5, 2017

Referat Jiwa

referat jiwa
Oct 7, 2017

referat jiwa

Referat jiwa Asha
Oct 9, 2017

Referat jiwa Asha

REFERAT jiwa edho
Oct 16, 2017

REFERAT jiwa edho

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x