95125983-referat-obsgin-KTG

Publish in

Documents

12 views

Please download to get full document.

View again

of 28
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Angka morbiditas dan mortalitas perinatal merupakan indikator kualitas pelayanan obstetri disuatu tempat atau negara. Angka mortalitas perinatal Indonesia masih jauh diatas ratarata negara maju, yaitu 60 – 170 berbanding kurang dari 10 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab mortalitas perinatal yang menonjol adalah masalah hipoksia intra uterin. Kardiotokografi (KTG) baik intermiten maupun terus-menerus merupakan peralatan elektronik yang dapat d
Transcript
  BAB IPENDAHULUANLATAR BELAKANG MASALAH Angka morbiditas dan mortalitas perinatal merupakan indikator kualitas pelayananobstetri disuatu tempat atau negara. Angka mortalitas perinatal Indonesia masih jauh diatas rata-rata negara maju, yaitu 60 – 170 berbanding kurang dari 10 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebabmortalitasperinatalyangmenonjoladalahmasalahhipoksiaintrauterin.Kardiotokografi (KTG) baik intermiten maupun terus-menerus merupakan peralatan elektronik yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi janin yang mempunyai resiko mengalamihipoksia dan kematian intrauterin atau mengalami kerusakan neurologic dengan menilai denyut jantung janin, sehingga dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki nasib neonatus sehingga berperan penting dalam pemantauan kesejahteraan janin.Pemantauan kesejahteraan janin merupakan hal penting dalam pengawasanjanin,terutama pada saat persalinan. Dukungan teknologi sangat berperan dalam kemajuan pemantauan janin. Asuhan antenatal modern memerlukan tatalaksana yang efisien, efektif,andal, dankomprehensif. Pemantauan kesejahteraan janin sudah merupakan suatu kompetensi yang harusdimiliki oleh tenaga medis dan paramedis yang melakukan asuhan antenatal dan asuhan persalinan. Standarisasi pemantauan sudah merupakan suatu prasyarat yang harus dipenuhi agar evaluasi keberhasilan atau kegagalan pemantauan kesejahteraan janin yang dikaitkan denganluaran perinatal dapat dilaksanakan dengan baik. Bila hal ini dapat dilakukan dengan baik,diharapkan angka kematian ibu dan perinatal dapatditurunkan. Standarisasi memerlukan kegiatanyang terstruktur dan berkesinambungan dengan evaluasi berkala melalui suatu pelatihan pemantauan kesejahteraan janin. 1  PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang diatas maka timbul pertanyaan penelitian sebagai berikut :Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada penggunaan kardiotokografi secaraterus-menerus selama persalinan jika dibandingkan dengan penggunaan Doppler dankardiotokografi intermiten? TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan umum :Memahami dan mempelajari lebih dalam penggunaan kardiotokografi.2. Tujuan khusus :Untuk mengetahui pemeriksaan pemantauan evaluasi janin yang lebih baik sehingga insidensi perinatal yang buruk dapat dicegah atau dikurangi. 2  BAB II TINJAUANPUSTAKAA.PEMANTAUAN KESEJAHTERAAN JANIN Penilaian kesejahteraan janin yang konvensional umumnya dikerjakan dengan cara-carayang tidak langsung, seperti palpasi abdomen, pengukuran tinggi fundus, maupun penilaiangejala atau tanda fisik ibu yang diduga dapat mengancam kesejahteraan janin (misalnyahipertensi, perdarahan pervaginam dan sebagainya). Cara-cara seperti itu seringkali tidak untuk memprediksi kesejahteraan janin, sehingga sulit digunakan untuk membuat strategi yang rasionaldalam upaya pencegahan dan intervensi penanganan janin yang mengalami gangguan intrauterinDalam konsep obstetri modern, khususnya di bidang perinatologi, janin dipandangsebagai individu yang harus diamati dan ditangani sebagaimana layaknya seorang pasien). Janin perlu mendapat pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah kondisinya aman, atau dalam bahaya (asfiksia, pertumbuhan terhambat, cacat bawaaan, dan sebagainya). Pengetahuanakan hal itu akan menentukan segi penanganan janin selanjutnya. Penilaian profil biofisik  janin merupakan salah satu cara yang efektif untuk mendeteksi adanya asfiksia janin lebihdini, sebelum menimbulkan kematian atau kerusakan yang permanen pada janin.Pemeriksaan tersebut dimungkinkan terutama dengan bantuan peralatan elektronik, sepertiultrasonografi (USG) dan kardiotokografi (KTG). Indikasi Pemeriksaan Beberapa keadaan dibawah ini memerlukan pemantauan janin yang baik Karena berkaitandengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas perinatal, misalnya pertumbuhan janinterhambat(PJT),gerakanjaninberkurang,kehamilanpost-term(≥ 42minggu), preeklampsia/hipertensi kronik, diabetes mellitus pra kehamilan, DM yang memerlukan terapiinsulin, ketuban pecah pada kehamilan preterm, dan solusio plasentA. Identifikasi pasien yangmemiliki risiko tinggi mutlak dilakukan karena hal ini berkaitan dengan tatalaksana yang harusdilakukan. Kegagalan mengantisipasi adanya faktor risiko, dapat berakibat fatal. 3  Tatacara Pemantauan Kesejahteraan Janin Banyak cara yang dapat dipakai untuk melakukan pemantauan kesejahteraan janin, dari carasederhana hingga yang canggih. A. Pengkajian sederhana Dengan cara sederhana, pemantauan dilakukan melalui analisa keluhan ibu(anamnesis), pemantauan gerak harian janin dengan kartu gerak janin,pengukuran tinggi fundus uteri dalamsentimeter, pemantauan denyut jantungjanin (DJJ) dan analisa penyakit pada ibu.Adanya keluhan dari klien (pasien) harus dicermati dan dianalisa denganbaik karena keluhantersebut mengungkapkan adanya sesuatu yang mungkintidak baik bagi kesehatan ibu dan atau janin yang dikandungnya. Sambilmelakukan anamnesis yang teliti, perhatikan juga keadaan fisik dan psikologisdari ibu tersebut. Anamnesis yang baik, dapat menegakkan diagnosis denganbaik  pula. Misalnya gerak janin yang berkurang atau keluarnya darah pervaginam merupakan tandaadanya abnormalitas yang harus dicari penyebabnya 1. Pemantauan Gerak Janin Merupakan metode yang minimal invasif serta paling sederhana pengawasannya.Ibudiminta mneghitung berapa kali dia merasa bayinya bergerak dalam rentang waktu tertentu.Cara yang dianjurkan, ibu berbaring dengan posisi miring ke kiri setelah makan. Terdapat beberapa perbedaan standar dalam mendefinisikan janin dalam keadaan baik dari penilaianibu terhadap gerakan janin. Salah satu caranya adalah memeinta ibu menghitung gerakan janin selama satu jam. Bayi dianggap aman/baik bila terdapat ≥ 4 gerakan dalam waktu itu.Teknik yang kedua adalah meminta ibu menghitung gerakan bayinya saat ibu bangun pagihari dan mencatat waktu yang diperlukan untuk merasakan 10 kali gerakan. Rata-rata waktuyang diperlukan untuk merasakan 10 kali gerakan adalah 2-3 jam. Bila ibu melaporkangerakan yang kurang dari jumlah tersebut maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.Protokol untuk menghitung pergerakan janin, oleh ibu sebagai berikut :1. Nilai pergerakan janin selama 30 menit, 3 (tiga) kali sehari.2. Adanya gerakan yang dirasakan ibu empat atau lebih dalam waktu 30 menit adalahnormal. nilai pergerakan janin selama periode penghitungan seperti tersebut di atas. 4
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x