Dl Sehat Who

Publish in

Documents

20 views

Please download to get full document.

View again

of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
ijbkjbj
Transcript
   STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KATA PENGANTAR Om Swastyastu, Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,atas segala limpahan rahmat dan karunianya sehingga makalah yang berjudul “Konsep Dasar Antropologi Kesehatan” dapat diselesaikan dengan tepat pada waktunya. Dalam penyusunan ini saya menyajikan penjelasan materi perkembangan anropologi kesehatan. Saya  juga berterimakasih kepada dosen serta teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini. Laporan ini disusun sebagai rasa tanggung jawab memenuhi tugas social budaya. Kami mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penulisan laporan ini.Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam penulisan laporan selanjutnya. Om Santih,Santih,Santih Om Denpasar,5 April 2011 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...............................................................................................................................i DAFTAR ISI ...........................................................................................................................................ii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang....................................................................................................3 B. Rumusan Masalah..............................................................................................3 C. Tujuan.................................................................................................................3 BAB II : KONSEP DASAR ANTROPOLOGI KESEHATAN A. Definisi sehat menurut WHO dan Depkes R......................................................4 B. Persamaan dan perbedaan definisi sehat menurut WHO dan Depkes RI.........4 C. Definisi Keperawatan........................................................................................6 D. Yang harus dimiliki oleh seorang perawat........................................................6   BAB III : PENUTUP A. Kesimpulan........................................................................................................7 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada masa lalu, sebagian besar inividu dan masyarakat memandang kesehatan dengan sebelah mata, itu dapat dilihat dari tingkah laku masyarakat sehari-hari. Contohnya : ketika akan makan orang tersebut sering mencuci tangan tanpa menggunakan sabun, akibatnya kuman yang ada dalam tangan tidak akan mati sehingga ketika beberapa saat setelah makan akan merasakan sakit perut. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri. B. Rumusan Masalah ã Apakah definisi kesehatan menurut WHO dan Depkes RI ?   ã Mengetahui persamaan dan perbedaan sehat menurut WHO dan Depkes RI ?   ã Mengetahui definisi keperawatan ?   ã Apa yang harus dimiliki oleh seorang pe rawat ? C. Tujuan  ã Bisa mendefinisikan kesehatan menurut WHO dan Depkes RI   ã Supaya perawat memahami definisi keperawatan   ã Perawat mengetahui apa yang harus dimiliki oleh seorang perawat BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Sehat menurut WHO dan Dekes RI Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan Upaya Kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Sarana Kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Dan Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna bagi kita semua, karena kesehatan adalah modal dasar bagi setiap orang untuk melakukan segala aktivitas dengan baik dan maksimal. Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21, sehat dipandang dengan perspektif yang lebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki kekuasaan, hubungan kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu (Haber, 1994). Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. B. Persamaan dan perbedaan definisi sehat menurut WHO dan Depkes RI 1. Persamaan Kesehatan bersifat menyeluruh dan mengandung empat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut: 1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. 2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. ã Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.   ã Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.    ã Spirit ual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya. 3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai. 4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut. Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya 2. Perbedaan Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947). Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) : 1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh. 2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. 3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup. SEHAT MENURUT DEPKES RI Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor -faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan
Related Search

Previous Document

6_KM Most Cited 1-3

Next Document

667-1086-1-PB

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x