MEMBUMIKAN ISLAM DI INDONESIA.pdf

Publish in

Documents

1,394 views

Please download to get full document.

View again

of 30
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB 6 BAGAIMANA MEMBUMIKAN ISLAM DI INDONESIA? Setelah mengkaji bab ini mahasiswa mampu menganalisis ajaran Islam dalam konteks kemoderenan dan keindonesiaan dan mahasiswa mampu menyajikan hasil proyek kerja tentang implementasi ajaran Islam dalam konteks kemoderenan dan keindonesiaan (KD 3.6 dan 4.6) 150 I slam dalam bentuk dasarnya adalah wahyu Allah yang merupakan sesuatu yang nirbahasa. Wahyu dalam bentuk asalnya ditempatkan dalam sebuah
Transcript
  150   BAB 6 BAGAIMANA MEMBUMIKAN ISLAM DI INDONESIA? Setelah mengkaji bab ini mahasiswa mampu menganalisis ajaran Islam dalam konteks kemoderenan dan keindonesiaan dan mahasiswa mampu menyajikan hasil proyek kerja tentang implementasi ajaran Islam dalam konteks kemoderenan dan keindonesiaan (KD 3.6 dan 4.6)    151 slam dalam bentuk dasarnya adalah wahyu Allah yang merupakan sesuatu yang nirbahasa . Wahyu dalam bentuk asalnya ditempatkan dalam sebuah blueprint   yang disebut dengan lauh al-Mahfuz, dari sana ia memancarkan dirinya melalui tanda-tanda ( āyāt  ) yang terdapat dalam seluruh ciptaan Allah. Tanda-tanda Tuhan tersebut sejatinya telah terinstal dalam diri setiap makhluk ciptaan-Nya. Dengan bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa fenomena alam, fenomena sosial, dan fenomena budaya tentunya merupakan sebagian dari tanda-tanda Tuhan tersebut.  Apabila alam yang terbentang dan realitas sejarah sosial budaya umat manusia di atas bumi ini adalah tanda-tanda Tuhan, apakah manusia bisa mempersepsi tanda-tanda tersebut secara sama? A. Menelusuri Transformasi Wahyu dan Implikasinya terhadap Corak Keberagamaan  Amati teks berikut dengan cermat! I   Islam pada satu sisi dapat disebut sebagai high tradition , dan pada sisi lain disebut sebagai low tradition . Dalam sebutan pertama Islam adalah firman Tuhan yang menjelaskan syariat-syariat-Nya yang dimaksudkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, termaktub dalam nash  (teks suci) kemudian dihimpun dalam shu ḫ uf   dan Kitab Suci (Al-Quranul Karim). Secara tegas dapat dikatakan hanya Tuhanlah yang paling mengetahui seluruh maksud, arti, dan makna setiap firman-Nya. Oleh karena itu. kebenaran Islam dalam dataran high tradition  ini adalah mutlak. Bandingkan dengan Islam pada sebutan kedua: low tradition . Pada dataran ini Islam yang terkandung dalam nash  atau teks-teks suci bergumul dengan realitas sosial pada pelbagai masyarakat yang berbeda-beda secara kultural. Islam dalam kandungan nash  atau teks-teks suci dibaca, dimengerti, dipahami, kemudian ditafsirkan dan dipraktikkan dalam masyarakat yang situasi dan kondisinya berbeda-beda. Kata orang, Islam akhirnya tidak hanya melulu ajaran yang tercantum dalam teks-teks suci melainkan juga telah mewujud dalam historisitas kemanusiaan. Bila dalam sebutan pertama Islam adalah agama wahyu yang seolah-olah berada di langit dan kebenarannya bersifat mutlak, maka pada sebutan kedua Islam telah berada di bumi menjadi agama masyarakat dan kebenarannya pun menjadi relatif. Implikasinya, pada dataran ini Islam berubah menjadi “ Islams ”   .  152 Lakukan kajian dengan membandingkan dua corak Islam tersebut! Coba Anda identifikasi ciri masing-masing dan sebutkan implikasinya terhadap kehidupan beragama (Islam)! Dalam konteks keindonesiaan bagaimana Islam harus diartikulasikan? Komunikasikan sikap Anda kepada dosen untuk memperoleh penajaman! Dalam ajaran Islam, wahyu Allah selain berbentuk tanda-tanda ( āyāt  ) yang nirbahasa , juga bermanifestasi dalam bentuk tanda-tanda ( āyāt  ) yang difirmankan. Untuk memudahkan pemahaman, kita bedakan antara istilah wahyu (dengan “w” kecil) dan Wahyu (dengan “W” besar). Wahyu dengan w kecil menyaran pada tanda-tanda, instruksi, arahan, nasihat, pelajaran, dan ketentuan Tuhan yang nirbahasa , dan mewujud dalam alam semesta dan isinya, termasuk dinamika sosial budaya yang terjadi di dalamnya.  Adapun Wahyu dengan W besar menyaran pada tanda-tanda, instruksi, arahan, nasihat, pelajaran, dan ketentuan Tuhan yang difirmankan melalui utusan-Nya (malaikat) dan diakses secara khusus oleh orang-orang pilihan yang disebut sebagai nabi atau rasul (meskipun kedua istilah ini sebenarnya berbeda, namun sementara ini dianggap sama). Tanda-tanda Tuhan di alam semesta ini ada yang dipahami secara sama, pada sembarang waktu dan tempat. Sebaliknya, tanda-tanda Tuhan ada pula yang dibaca dan dipahami secara berbeda karena perbedaan kadar kemampuan jiwa, nalar, rasa, dan fisik. Menurut Sahrur dalam “   Al-Quran   wa al- Kitab”  , tanda-tanda Tuhan yang ditangkap secara universal itulah yang disebut dengan āyāt  - āyāt mu ḫ kam ā t.  Adapun tanda-tanda yang dibaca secara berbeda-beda sesuai dengan perkembangan kemampuan nalar manusia, disebut dengan āyāt  - āyāt mutasy  ā bih ā t  .  Anda harus memulai dengan memahami secara baik dua istilah ini: āyāt  - āyāt muḫkamāt.   dan   āyāt  - āyāt mutasyābihāt  .  Lakukan eksplorasi mengenai kedua istilah tersebut! Tampilkan peta yang menunjukkan identifikasi perbedaan keduanya dan implikasinya amaliah keagamaan yang mungkin dapat berkembang dari keduanya! Lalu bagaimana sikapmu?  153  Ayat-ayat yang terdapat di alam semesta dengan pelbagai dinamika di dalamnya dibaca dan dimaknai secara komprehensif oleh beberapa orang pilihan yang disebut dengan nabi / rasul. Para nabi dan rasul merupakan orang-orang pilihan karena mereka telah dikaruniai bakat kecerdasan paripurna sehingga dapat men -download   ayat-ayat Tuhan yang di- upload   di alam ini dan mem -breackdown- nya menjadi sebuah pelajaran, nasihat, ketentuan, instruksi, dan informasi dari Tuhan yang berbentuk bahasa. Ketika masih dalam bentuknya yang asli berupa alam yang terbentang, wahyu belum diidentifikasi sebagai shu ḫ uf ū la (kitab Ibrahim), Taurat (kitab Musa), Zabur (kitab Dawud), Injil (kitab Isa), atau Al-Quran. Wahyu dengan w kecil sebagai ayat yang terbentang baru diidentifikasi sebagai sebutan manakala ia telah diperspesi oleh para nabi dan rasul. Ketika ia dipersepsi oleh nabi berkebangsaan Yahudi, maka muncullah Taurat yang berbahasa Ibrani. Ketika ia dipersepsi oleh nabi yang berkebangsaan Arab maka muncullah Al-Quran yang berbahasa Arab. Wahyu (dengan W besar) difirmankan untuk menjawab beberapa permasalahan yang tidak ditemukan jawabannya dalam tanda-tanda Tuhan yang terbentang, untuk memotivasi manusia agar makin detil dalam membaca dan memahami alam yang terbentang, sehingga ia bisa memperoleh makna dari setiap fenomena yang dialaminya. Foto: alam raya merupakan wahyu Allah yang terbentang, manusia didorong agar semakin detil membacanya untuk memperoleh makna
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x